Nantikan aplikasi kami di Google Play Store

HOME // Daerah // Pendidikan

   Pada: Rabu, 27 Mei 2020

Antisipasi Kecurangan Zonasi Saat PPDB, Cukupkah Pemkot Mojokerto Pakai Cara Verifikasi Data

Foto : Ning Ita Bersama Amin Wachid kadispendik Kota Mojokerto sosialisasikan pelaksanaan PPDB di Rumah Rakyat

lenterainspiratif.com | Mojokerto – Rencana Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada minggu ke 4 bulan Juni 2020, Walikota Mojokerto lakukan sosialisasi metode pelaksanaan PPDB secara online di Rumah Rakyat Mojokerto.

Pada jenjang sekolah dasar (SD) akan menggunakan sistem zonasi, sementara pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menggunakan zonasi, afirmasi, prestasi, perpindahan orang tua/ wali, dan kelas olahraga.

berdasarkan Perarturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan no 44 tahun 2019 tentang PPDB , serta surat edaran Mendikbud no 1 tahun 2020 tentang kebijakan merdeka belajar bahwa pada PPDB tahun 2020 di bagi 4 jalur penerimaan, yaitu jalur Zonasi, Prestasi, Afirmasi dan perpindahan tugas.

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita mengatakan, bahwa kuota pada jalur zonasi warga Kota Mojokerto sebanyak 60 %, kuota warga luar Kota Mojokerto yang berbatasan langsung dengan kuota 5 %, jalur prestasi 15 %, jalur afirmasi (jalur ekonomi warga tidak mampu)15 %, kepindahan orang tua 5%, dan jalur kelas olahraga dengan kuota 1 rombel / kelas. tidak semua sekolah menggunakan jalur kelas olahraga, yang menggunakan jalur kelas olahraga tersebut yaitu  SMP 1, SMP 2 dan SMP 4.

” Penduduk luar Kota Mojokerto yang memiliki perbatasan langsung, tetap akan diperbolehkan untuk sekolah di wilayah Kota Mojokerto, namun dengan catatan setelah warga Kota terpenuhi 100 persen, ” kata Ning Ita Rabu 27/5/2020.

Lebih lanjut Ita juga menjelaskan, bahwa untuk mengantisipasi adanya kecurangan Zonasi, pihaknya akan memberlakukan verifikasi data.

Laman: 12







Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI