close

HOME // Opini

   Pada: Senin, 27 Mei 2019

Sudah Diresmikan, Pelabuhan Di Kadipaten Pulau Panjang Utara, Masih Tak Beroperasi

foto : ilustrasi.

HALUT – Seperti biasa, di rumah salah satu seorang aktivis muda dan tokoh pemuda yang berada di kampung Kepala Putih, di Kadipaten Pulau Panjang Utara, tak sepi dari tempat berkumpulnya orang untuk melakukan bincang-bincang. Malam itu, telah berkumpullah orang-orang yang biasa datang di rumah Ical, ada Petir, Jamil, dan Arun. Mereka seperti biasa masih saja membicarakan Pilpres dan Pileg yang masih hangat menjadi trending topic.

Namun, ditengah hangatnya pembicaraan itu, Arun mengatakan, “Sudah malas, kita bahas itu melulu, “ucap Arun pada mereka. Mendengar ucapan Arun itu, sontak Petir bertanya, “Terus kita mau bahas apa?, Karena Persoalan Pilpres itu lagi enak-enaknya, apalagi Pileg yang ada di Dapil II ini, “ungkap Petir sambil mengeluarkan kepulan asap dari mulutnya. Atasan ungkapan Petir itu, Arun tanpa basa-basi langsung berkata, “Itu kan sudah usai, kalian tak ingin daerah kita yang ada di ujung utaranya Kadipaten Pulau Panjang Utara, menjadi maju, “kata Arun, sambil berapi-api.

Terdengar kata Arun, Ical dan Jamil pun langsung bertanya, “Maksudnya bagaimana bapak?, tanya keduanya. Sambil menikmati hangatnya kopi hitam dengan ditambah isapan rokoknya, Arun mulai bersuara lagi, “Di Kampung tetangga kita kan ada pelabuhan, dan itu sudah diresmikan oleh Presiden Kita, Joko Widodo, tapi kenapa belum beroperasi?, “tanya Arun pada, Ical, Jamik dan Petir.

Meskipun Arun sudah melontarkan pertanyaan, namun ketiganya nampak seribu bahasa. Arun kembali bertanya pada mereka, “Kalian ini kan aktivitis muda dan hebat-hebat, coba tenang dan nikmati kopi dan asap rokok kamu itu, setelah itu renungkan bentar, “terang Arun.

Disaat itulah, Jamil, yang merupakan salah satu pimpinan organisasi kemahasiswaan pusat di Negeri ini, langsung meneruskan apa yang dikatakan Arun saat itu, kata Jamil, “Bapak Arun sangat lincah dalam melihat kondisi ini, “ucap Jamil sambil tersenyum manis. Sambil meneruskan perkataannya itu, “Memang ada yang aneh dikala kepemimpinan adipati dan wakil adipati yang ada di Pulau Panjang Utara ini. Coba kita renungkan, jikalau pelabuhan yang ada di Kampung tetangga kita beroperasi, maka perputaran perekonomian di tanah Tarakani maupun di tanah penghasil cengkeh, akan berputar dengan bagus. Sebab, disitu ada interaksi keluar masuk barang, yang pertama, yang kedua, masyarakat sekitar pun ada pekerjaan tambahan, karena ada keluar masuk barang, dan wisatawan pun akan datang ke tanah dodomi kita, “jelas Jamil.

Usai mendengar pernyataan Jamil, akhirnya Arun berkata, “Itu yang saya maksud. Daripada kita bahas Pilpres dan Pileg, lebih penting bahas persoalan ini, demi kemajuan kedepan nantinya, “celetuk Arun, sambil tertawa lirih. Disambung lagi perkataan dari Ical, “Iya, ada yang aneh ini, padahal Presiden Joko Widodo, kalau tak salah, pada April tahun 2016 lalu, sudah meresmikan pelabuhan besar itu lho, “ungkap Ical sambil garuk-garuk rambutnya.

Petir pun tak mau ketinggalan ikut berucap, “Kalau tak salah juga, Pelabuhan itu juga masuk dalam kategori Jalur Tol Laut. Selain itu, pelabuhan itu dicanangkan untuk mendukung program tol laut di Indonesia bagian Timur, “singkat kata Petir.

Diselah hangatnya perbincangan, Arun pun berkata ulang, “Coba kita bayangkan, apa tidak sia-sia atas adanya pembangunan pelabuhan besar yang dibangun bersebelahan dengan bekas pelabuhan perusahan pisang Galela tersebut sepi dari aktivitas bongkar muat. Pintu dermaga terbuka lebar tanpa pejagaan sehingga siapa saja bisa masuk dengan mudah ke dalam pelabuhan?, “tanya Arun pada mereka.

Laman: 12







Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI