Tuesday, February 27, 2024
HomeOpiniPrabowo Nyapres Lagi, Kepentingan Pribadi atau Negarawan Sejati?

Prabowo Nyapres Lagi, Kepentingan Pribadi atau Negarawan Sejati?

Lenterainspiratif.com | Opini – Waktu semakin cepat dan pergantian presiden pun juga semakin dekat. Pemilu yang akan dilaksanakan tahun 2024 mendatang menyita banyak perhatian masyarakat. Semakin kesini semakin banyak kampanye yang dilakukan oleh capres mulai dari blusukan ke daerah-daerah, berpidato, ditambah lagi zaman yang semakin maju dengan podcast dan kampanye di dalam sosial media.

Propaganda yang dilakukan oleh para capres juga banyak menyita perhatian publik dengan tujuan menciptakan opini baik terkait citra dirinya yang akan mencalonkan sebagai presiden di 2024.

Namun, benarkah Prabowo mencalonkan presiden yang ke 3 kalinya ini karena negarawan ataukah kepentingan pribadi? Ada beberapa alasan yang diungkapkan Prabowo jika mengapa dirinya tetap mencalonkan dirinya sebagai presiden walaupun mempunyai usaha yang sukses dan sudah menjabat sebagai mentri pertahanan yang sekaligus juga sebagai ketua dari partai gerindra.

Dalam cuitan podcast prabowo mengatakan jika “negara yang dimana warga negaranya kalau siap secara kesehatan, fisik, ekonomi, materi, siap secara pendidikan dan intelektualitas wajib menawarkan diri untuk mengabdi kepada rakyat, kalau saya memikirkan diri saya sendiri lebih baik saya istirahat, kadang juga jujur saja saya tergoda untuk itu, namun saya selalu berpikir kembali jika ini kewajiban dan bagian dari cinta tanah air”.

Dalam hal Prabowo memang sempat beberapa kali tergoda oleh nafsu yang menyatakan untuk kepentingan pribadi namun ternyata masih bisa berpikir kembali jika dirinya memang sudah siap dan ingin mengabdi pada negara. Hal ini bisa menjadi pro dan kontra rupanya dalam penyampaian alasan mengapa prabowo tetap mencalonkan diri sebagai capres walaupun sudah gagal berkali-kali.

Prabowo yang telah membuat proposal secara mandiri yang diajukan untuk perdamaian Rusia dan Ukraina agar melakukan perdamaian dan menghentikan peperangan dari 2 negara tersebut. Dan mengatakan jika Indonesia ini dulunya sudah pernah dijajah lebih dari 5 sampai 10 tahun jadi tahu bagaimana rasanya perang dan dijajah itu seperti apa.

Harus berpikir kedepannya juga demi semuanya karena kita juga masih saling membutuhkan 1 sama lain tidak hanya untuk 2 negara saja namun untuk negara negara lain juga yang masih butuh support ekspor dan impor. Dapat dilihat jika sikap Prabowo sebagai menhan yang ingin mendamaikan 2 negara adalah sebagai bentuk bagaimana menyikapi perseteruan antar 2 negara tersebut. Namun sayangnya proposal itu ditolak mentah-mentah oleh Ukraina karena dianggap lebih memihak kepada Rusia dan Jokowi menyebutkan jika ini akan memperburuk citra Indonesia kepada negara Ukraina karena selama ini Indonesia berhubungan baik dengan negara Ukraina.

Proposal itu diajukan tidak dengan sepengetahuan presiden Jokowi dan dianggao aneh oleh 2 negara ini yaitu Rusia dan Ukraina. Walaupun di tolak proposalnya, namun ini juga termasuk sikap prabowo seorang negarawan yang ingin membantu untuk mendamaikan 2 negara tersebut.

Misalnya kemarin pak Prabowo sempat berpidato tentang siapa rivalnya sebagai capres 2024 dalam siaran berita lewat channel i news, di jakarta terlihat beliau merupakan seorang negarawan. Dilihat dari sikapnya yang menganggap bahwa semua rivalnya adalah saudara yang harus bisa bekerja sama dan gotong royong. Prabowo tidak menganggap jika rivalnya pada pilpres 2024 ini sebagai musuh. Sikap ini patut kita acungi jempol karena sebagai negarawan yang tidak menjatuhkan rivalnya dalam konteks pemilu capres.

Mengatakan jika semua adalah saudaranya dan dengan 2 capres yang namanya sudah jelaspun Prabowo tetap bersikap baik dan menjaga silaturahmi dengan tidak saling menjatuhkan dan merendahkan capres selain dirinya. Prabowo berhubungan cukup baik memang dengan ke 2 capres ini juga bisa dikatakan sebagai bentuk persatuan dalam sila ke 3 pancasila.

Prabowo Subianto dinilai bersikap sebagai negarawan dengan tidak membalas serangan personal dengan isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu.  Pengamat politik, Arifki Chinago menyebut sikap Menteri Pertahanan (Menhan) tersebut patut diapresiasi. Walaupun demikian Prabowo tidak mau membalasnya dengan kampanye hitam. Beliau masih bisa berpikir jernih ditengah masifnya kampanye hitam.

Walaupun Prabowo pernah mengalami masa lalu yang buruk karena isu pelanggaran HAM namun rupanya sikap prabowo dalam menyikapi hal tersebut dinilai cukup tegas dan bersikap sebagai negarawan yang tidak membalas masalah personal dikaitkan dengan bangsa dan negara. Ini menunjukkan jika Prabowo bisa mementingkan kepentingan negara dibandingkan kepentingan pribadi.

Dalam akun instagramnya Prabowo menyatakan jika dirinya menyerahkan seluruh hidupnya sudah dicurahkan untuk kepentingan bangsa dan negara. Dalam hal ini bisa dilihat jika Prabowo memang seorang negarawan yang patut di contoh oleh masyarakat. Unggahan dari akun Instagramnya pun juga membuat banyak opini baik tentang dirinya sebagai negarawan yang ingin mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan pribadi.

Jelas mengalami pro dan kontra alasan mengapa Prabowo mencalonkan diri walaupun sudah gagal berkali-kali namun kembali lagi kepada keputusan pemilu 2024 dan prabowo pun juga mengatakan apabila dirinya terpilih menjadi seorang presiden maka, akan melanjutkan proker dari Jokowi yang belum tuntas dan ini pun sudah secara terang-terangan beredar video jika Jokowi memberikan sinyal “Setelah saya selanjutnya Pak Prabowo ini”.

Karena mempunyai sifat yang tegas Prabowo dimata Jokowi dianggap sebagai negarawan yang bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih baik kedepannya.

Rupanya Prabowo mencalonkan diri sebagai capres 2024 ini karena benar-benar ingin menjadi sosok yang bisa menjadikan Indonesia lebih baik kedepannya lewat alasan tersebut. Prawbowo pun juga mengatakan secara vulgar jika dirinya sempat tergoda namun kembali lagi pada niat dan tujuan awal mencalonkan sebagai presiden RI adalah untuk mengabdi kepada bangsa dan negaranya sebagai bentuk rasa cinta tanah air.

Hal ini juga berdasar dari beberapa alasan yang sudah jelas terlihat bahwa Prabowo mampu bersikap jika dirinya bisa mengutamakan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan pdibadi.

Dapat disimpulkan bahwa sikap Prabowo menunjukkan jika dirinya sebagai negarawan dan aktivis politik yang baik. Karena tidak menjatuhkan rivalnya bahkan juga tidak memasukan konflik antar personal tentang dirinya ke dalam urusan negara. Tak hanya itu cinta tanah airpun beliau katakan dengan bentuk mengabdi kepada bangsa dan negara lewat beberapa pidato dan kinerja beliau sebagai menhan RI.

Penulis : Andini Azzahra Putri Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIM Mojokerto. 

Andini Azzahra Putri

Artikel Terkait

Terpopuler