Tuesday, February 27, 2024
HomeOpiniGen Z, Media Sosial & Personal Branding?

Gen Z, Media Sosial & Personal Branding?

Lenterainspiratif.com | Opini – Salah satu dari kita pasti mempunyai media sosial, bukan? Tulisan ini sangat bermanfaat bagi yang mempunyai media sosial, ada banyak manfaat media sosial yang bisa didapatkan jika menggunakannya dengan bijak. Karena melalui platform media sosial sekarang tidak hanya dipakai untuk sekedar sarana penghibur di kala bosan atau tempat bersosial saja tetapi ada banyak manfaat lainnya yang tidak kalah penting yang bisa dikembangkan melalui sosial media. Salah satunya adalah membangun personal branding.

Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar bahwa perkembangan zaman semakin maju. Generasi Z sekarang, generasinya era digital. Beberapa platform yang paling banyak digunakan oleh gen Z yaitu Instagram, Tik Tok dan YouTube. YouTube memegang jumlah terbanyak yaitu 95%. Jumlah itu membuat YouTube menjadi platform yang dominan. Instagram jumlahnya meningkat dari 52% menjadi 62% dan bersaing dengan tik tok menjadi 67%.

Personal branding merupakan suatu kesan, pandangan, pendapat orang lain terhadap pribadi kita. Selain itu personal branding dapat dikatakan sebagai merek, ciri khas yang melekat pada diri kita yang membedakan kita dengan pribadi orang lain. Personal branding bukan hanya ditujukan untuk suatu perusahaan atau bisnis, tetapi ditujukan juga untuk setiap individu atau biasanya disebut dengan mem-branding diri sendiri.

Seseorang yang berhasil membangun personal branding nya sendiri adalah ketika seseorang berhasil menciptakan kesan yang baik dan akan mudah diingat oleh banyak orang. Personal branding dalam diri seseorang dapat dilihat dari cara berpakaian, cara berbicara, perilaku, dan barang-barang yang digunakan setiap hari.

Persaingan dalam dunia semakin ketat terutama dalam karir, orang semakin berlomba untuk menunjukkan bahwa diri mereka adalah yang terbaik. Personal branding merupakan persoalan yang pasti untuk mendukung dalam hal karir maupun kehidupan. Bahkan sosial media saat ini digunakan banyak orang sebagai portofolio dan business card untuk membangun personal branding nya masing-masing. Personal branding menjadi semakin penting di era digital saat ini, dan Gen Z. Generasi yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga pertengahan 2010-an. Karena membangun merek pribadi yang kuat dapat memiliki banyak manfaat.

Salah satu manfaat utama dari personal branding adalah dapat membantu kaum muda menarik peluang karir. Di dunia di mana persaingan sangat ketat, memiliki merek pribadi yang unik dapat membantu mereka menonjol dan diperhatikan. Tidak hanya itu personal branding dapat membantu kaum muda membangun kredibilitas di bidang minat mereka. Dengan berbagi pengetahuan dan keahlian mereka di media sosial dan platform online lainnya, mereka dapat menunjukkan kepemimpinan pemikiran mereka dan menjadikan diri mereka sebagai ahli di bidangnya.

Sosial media menciptakan peluang yang besar dalam upaya membangun dan mempertahankan personal branding baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan korporasi bagi para eksekutif tingkat atas. Artinya, bahwa media sosial mampu menjadi media yang kuat untuk membranding citra diri, media sangat membantu dan membukakan pintu untuk menampilkan personal branding. Mereka yang mengetahui cara menggunakan dan memanfaatkannya dapat menunjang kesuksesan dalam meraih karir baru ataupun untuk kemitraan serta audiens untuk pekerjaan online mereka.

Penting sekali membangun personal branding melalui sosial media, personal branding adalah sesuatu yang menjadi hal yang dipertimbangkan perekrut yang akan direkrutnya. Saat ini personal branding tidak hanya dilihat perekrut dari Curriculum Vitae (CV) dan Cover letter yang dikirimkan pelamar, ataupun melalui wawancara, namun juga sudah mulai merambah ke tracking social media pelama. Jadi membangun personal branding sangat bermanfaat penting bagi keperluan diri sendiri, maupun dalam hal mencapai pekerjaan. Maka dari itu bagi generasi Z memanfaatkan sosial media yang digunakan sebaik mungkin untuk membangun personal branding.

Dengan terbentuknya personal branding tersebut maka seseorang dapat mempengaruhi cara pandang orang lain terhadap dirinya. Personal Branding merupakan strategi untuk membentuk citra diri di mata orang lain. Dengan membangun personal branding, akan jauh lebih stand out atau lebih menonjol dari kebanyakan orang. Personal branding dapat digunakan untuk memperkuat dan mempertahankan eksistensi diri. Karena personal branding berhubungan dengan image dan reputasi.
Salah seorang yang berhasil membangun personal branding dengan sukses adalah Raffi Ahmad. Artis sekaligus pengusaha yang namanya sudah sangat terkenal di Indonesia. Apakah sebelumnya Rafi Ahmad adalah orang yang sudah terkenal sejak lahir? Jawabannya tentu tidak, Rafi Ahmad membangun branding dirinya sehingga sekarang ia bisa dikenal oleh banyak orang.

Keberhasilan memiliki belasan juta pelanggan & belasan juta pengikut Instagram dalam waktu empat tahun merupakan suatu kesuksesan. Jika dibandingkan dengan artis-artis yang lebih dulu terkenal di media tradisional seperti televisi, radio, bahkan layar lebar (Pertiwi & Irwansyah, 2020), Rafi Ahmad tergolong orang yang berhasil membangun personal branding dengan cepat.

Media sosial menjadi jembatan Raffi Ahmad untuk membangun personal branding yang membuat nama Rafi Ahmad dapat dikenal hampir oleh seluruh masyarakat Indonesia. Yang dulunya Raffi Ahmad menjadi orang biasa, kemudian menjadi artis hingga sekarang menjadi miliarder yang sangat sukses. Ia membranding namanya dengan berbagai cara. Menjadi MC di acara tv, artis dan bahkan penyanyi, hingga saat ini ia membangun bisnis agensi.

Personal branding yang telah dilakukan melalui media sosial Instagram dan YouTube membuatnya mendapatkan banyak peluang pekerjaan yang baru dan bisnis baru. Personal branding yang dibuat bukan karena ‘panjat sosial’, melainkan atas usahanya membangun personal branding yang tepat dengan cara yang tepat. Saluran media yang digunakan, frekuensi, dan konten yang dipilih efektif dan efisien dalam membangun personal branding.

Terakhir, yang tidak kalah penting, untuk mendukung semua itu diperlukan keseimbangan pada dunia nyata. Boleh membentuk citra diri tapi jangan sampai ke pencitraan. Lebih baik bersikap jujur, sesuaikan kemampuan yang ingin dikembangkan dengan kemampuan yang dimiliki sesungguhnya.
Membangun personal branding yang baik melalui sosial media sesuai dengan apa yang diinginkan. Tidak perlu sampai mengorbankan harga diri rendah karena perilaku, tutur kata dan tindakan-tindakan yang diluar kaidah, karena akan membentuk personal branding yang jelek pada diri sendiri. Bangun personal branding yang membuat orang mengetahui bahwa memiliki pribadi yang baik, santun, berwawasan luas, pribadi yang mengagumkan dan bernilai.

Karena sekarang personal branding meluas menjadi ajang perkenalan kemampuan, pengalaman, dan keterampilan yang dimiliki setiap orang. Jadi, sangat penting untuk memoles citra diri dengan membentuk personal branding yang sesuai.

Artikel opini ini ditulis oleh : Diah Kusuma Wardani, Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Unim) 

Diah Mita Kusumawardhani

Artikel Terkait

Terpopuler