Thursday, February 29, 2024
HomeNasionalPentingnya Pemahaman Tentang Stunting serta Upaya Pencegahannya

Pentingnya Pemahaman Tentang Stunting serta Upaya Pencegahannya

Oleh: Hidayat Ali Haromaini

Penulis adalah mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Trunojoyo Madura

Lenterainspiratif.com | Nasional – Meningkatnya jumlah stunting pada anak di Indonesia sekarang cukup memprihatinkan. Hal tersebut harus kita turunkan agar meningkatnya stunting di Indonesia ini teratasi.

Stunting sendiri merupakan kurangnya asupan gizi yang berjangka waktu panjang, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan anak. Namun beberapa bidan dan kader posyandu kurang teliti dalam mengkategorikan anak dalam kondisi stunting, mereka hanya melihat kondisi berat badan anak yang kurang normal.

Dr. Tan Shot Yen menegaskan kepada para kader posyandu bahwa stunting bukanlah label, tetapi Stunting merupakan gangguan gizi kronis yang ditandai dengan berbagai indicator. Maka dari itu stunting dapat ditangani dan dicegah dengan memberikan Asi terhadap anak dan tidak berpengaruh dengan iklan susu formula. Dr. Tan Shot Yen mengatakan bahwa anak yang mengalami stunting akan menghambat kecerdasan yang tidak optimal, beresiko obesitas, diabetes, hipertensi dan gangguan yang lainya. Berdasarkan hal tersebut ada beberapa  gejala stunting yang harus diketahui para orang tua.

Para orang tua perlu mengetahui gejala stunting pada anak agar dapat mencegah terjadinya stunting. Gejala stunting biasanya dapat diketahui dari anak yang tinggi badannya lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya, Berat badan anak kurang mencukupi apabila dibandingkan dengan anak seusianya, tubuh anak cenderung normal tetapi anak kelihatan kecil dibandingkan anak seusianya.

Tidak hanya orang tua saja, para kader posyandu juga harus mengetahui gejala stunting, agar tidak  sembarangan mengkategorikan anak sebagai stunting. Dari situ diperlukan adanya pendidikan serta pengetahuan, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengkategorikan anak dalam keadaan stunting.

Hal itu dapat melalui adanya seminar, diklat, dan wawasan yang berkaitan dengan pertumbuhan anak. Pemberian pengetahuan tersebut bertempatan di desa-desa agar para kader posyandu tidak hanya berpatokan pada berat badan dan tinggi badan anak,tanpa mencari tahu apa penyebabnya dan latar belakang anak tersebut yang dianggap stunting. Nah didalam seminar/wawasan yang diterapkan berisikan materi mengenai cara menentukan stunting, cara penanganan terjadinya stunting, dan makanan yang harus dikonsumsi untuk mencegah stunting.

Dalam hal ini terdapat 5 sumber protein hewani yang dapat mencegah terjadinya stunting. Kelima protein hewani yaitu daging, ayam, ikan, telur, dan susu.  Dengan mengonsumsi lima sumber protein hewani yang berguna untuk mencegah terjadinya stunting tersebut.

Tidak itu saja yang dapat mencegah terjadinya stunting, para orang tua perlu memperhatikan sumber air yang bersih dan sirkulasi udara yang baik. Bagi para ibu hamil perlu untuk memenuhi kebutuhan gizi agar dapat mencegah terjadinya stunting. Selain itu orang tua harus memberikan ASI hingga bayi berusia 6 bulan, nah pemberian ASI dapat meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi yang mudah terkena penyakit.

Para orang tua juga harus mendampingi ASI dengan MPASI (Makanan pendamping air susu ibu) yang sehat ketika bayi sudah menginjak usia 6 bulan keatas. Berdasarkan hal tersebut orang tua harus memantau pertumbuhan bayi mereka, terutama pada berat dan tinggi badannya.

Artikel Terkait

Terpopuler