Membongkar Kedekatan ACT dengan Partai Sapi: Gaya Ngentit Berlabel Agama

Perlu pembaca ketahui bahwa ACT disebut-sebut ikut dalam keramaian 212, dan itu menjadi kendaraan Anies, maka yah sudah bisa diduga kedekatan itu menjadi alasannya, lalu bagaimana ACT bisa ikut nimbrung dalam 212? Sebagai lembaga filantropi bukankah sebaiknya netral saja bukan malah menyuplai aliran dana?

Bisa jadi ACT ini memang dekat dengan partai sapi tersebut salah satu partai yang paling berperan dalam 212, gerakan politik yang berbungkus agama.

Padahal kurang relijiyes apa coba mereka itu? Mungkin mereka ini adalah orang-orang yang paling rajin shalat tepat waktu, tetapi kenapa bisa buangsat begitu?

Jadi partai sapi dan ACT mungkin berbeda, yang satu jalur politik, dan satunya lagi lembaga donasi, namun keduanya bisa saja sama, yaitu sama-sama membungkus kebejatan dengan kemasan agama untuk mengontrol atau menguasai orang-orang bodoh.

Tapi ya begitulah, jika ada salah satu diantara mereka yang lagi apes ketahuan aparat, maka yang lain segera cuci tangan agar tidak ketahuan pula bobroknya.

Wes sakmunu ae. Piye menurut mu slurrddd….

BACA JUGA :  Aksi Cepat Tilap (ACT), Ngamen Berkedok Aksi Kemanusiaan

Share this post

PinIt
    scroll to top