Menjalani Hidup Yang Baik dengan Bersikap “Bodo Amat”

Bodo amat,

Lenterainspiratif.com | Opini – Sebagian dari kita, sepanjang hidup, selalu memberikan terlalu banyak perhatian untuk situasi yang sebenarnya tidak layak dipedulikan. Anda terlalu memperhatikan setiap orang yang Anda temui bahkan setiap hal pun Anda pedulikan. Sedangkan, kita adalah manusia yang tidak sempurna dan terbatas. Suatu hari kita akan meninggal. Dan itu sudah jelas. Dan dalam waktu yang singkat itu, perhatian yang kita miliki juga terbatas.

Jika kita memedulikan setiap hal dan setiap orang tanpa pilihan yang matang, hidup kita tentu akan kacau, bukan?

Melansir dari buku pengembangan diri yang berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat yang ditulis oleh Mark Manson, seorang blogger populer di New York dengan berjuta-juta pembaca. Ia menulis dalam bukunya bahwa masa bodoh atau bodo amat artinya memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan.

Lalu, bagaimana menjalani kehidupan dengan bersikap bodo amat?

Sampai saat ini, mungkin, banyak dari kita berusaha untuk mencapai hal-hal positif (menjadi yang lebih baik, yang lebih unggul) dimana hal tersebut hanya akan mengingatkan diri kita lagi dan lagi tentang kegagalan dan kekurangan kita. Kita selalu melihat postingan di media sosial Instagram, Tiktok dan media social lainnya tentang kehidupan yang baik itu seperti mempunyai mobil mewah, pekerjaan yang lebih baik, ponsel yang lebih mahal, pacar yang lebih ganteng, lebih cantik. Layaknya dunia secara konstan menunjukkan kepada kita bahwa kunci kehidupan yang lebih baik adalah menjadi lebih, lebih, dan lebih. Sehingga secara tidak langsung kita dituntut untuk memedulikan apa saja. Sampai-sampai Anda risau ketika teman Anda membeli handphone yang tipenya lebih tinggi dari Anda. Manson dalam bukunya menuliskan sebuah quotes yang relate dengan generasi saat ini yang ketika membeli sesuatu bukan karena kebutuhan, tapi FOMO (Fear of Missing Out) yang artinya takut tertinggal sesuatu yang baru seperti berita yang sedang viral atau tren. Kunci untuk kehidupan yang baik bukan tentang memedulikan lebih banyak hal; tapi tentang memedulikan hal yang sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar dan mendesak dan penting [Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat/halaman 6].

BACA JUGA :  Tempat Kecil Soekarno: di Mojokerto ataukah di Ndalem Pojok yang Dianggap Mistis

Bayangan Anda tentang mental masa bodoh ini mungkin seperti kekaleman atau ketenangan yang tak tergoyahkan terhadap suatu hal, seperti sikap apatis atau acuh tak acuh. Namun tidak seperti itu. Lantas, seperti apa masa bodoh atau bodo amat yang dimaksud disini? Mark Manson menulis dalam bukunya, bahwa ada tiga “seni” untuk bersikap bodo amat.

Seni #1: Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh; masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. Manson dalam bukunya mengatakan bahwa tidak pernah ada yang namanya masa bodoh atau bodo amat. Mungkin Anda bertanya-tanya dan mengaitkan nya dengan judul artikel ini. Jadi begini, seorang manusia pasti memedulikan sesuatu bukan? Sisi biologis kita juga selalu peduli terhadap sesuatu dan karena itu akan selalu memedulikan sesuatu.

Namun, pertanyaanya disini adalah Apa yang kita pedulikan?

Dan bagaimana caranya agar kita bisa bersikap masa bodoh terhadap hal-hal yang tidak bermakna?

Misalkan, Ayah saya baru saja ditipu teman dekat di kantornya dan kehilangan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Jika saya acuh tak acuh, saya akan mengangkat bahu, meminum segelas matca milk, dan menscrol-scrol Instagram. Tapi, saya tidak melakukan itu. Saya kesal. Saya berkata, “Dasar kurang ajar! Kita cari pengacara, biar dia merasakan akibatnya. Saya sama sekali tidak peduli dengan hidupnya.”
Ilustrasi tersebut menggambarkan bahwa, ‘saya’ dalam ilustrasi tersebut tidak peduli dengan orang-orang yang merugikannya selama apa yang dilakukan benar dan memiliki alasan di baliknya. Sekali lagi, masa bodoh bukan berarti acuh tak acuh.

Ketika Anda mempunyai target impian Anda, ingin menjadi seorang abdi negara atau seorang pengusaha misalnya, Anda masa bodoh terhadap celotehan atau omongan orang-orang yang berusaha menjatuhkan mimpi kalian. Tak peduli terhadap resiko kegagalan, masa bodoh akan hal-hal yang memalukan yang mungkin akan terjadi nantinya.

BACA JUGA :  Tempat Kecil Soekarno: di Mojokerto ataukah di Ndalem Pojok yang Dianggap Mistis

Seni #2: Untuk bisa mengatakan “bodo amat” pada kesulitan, pertama-tama Anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan. misalnya, Anda seorang freelancer design grafis, dan Anda betah berlama-lama di dalam kamar bersama laptop kesayangan Anda untuk mengejar deadline. Alasannya sederhana, karena tidak ada yang lebih penting dari kepuasan klien Anda. Jadi Anda harus menemukan sesuatu yang patut mendapatkan perhatian lebih dari Anda, agar menjadi lebih produktif untuk memanfaatkan waktu dan tenaga. Karena jika tidak, Anda akan sembrono dan tidak produktif.

Seni #3: Entah Anda sadari atau tidak, Anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan. Saat dewasa ini, kita menjadi semakin selektif terhadap perhatian yang kita berikan. Berbeda dengan ketika kita masih belia. Semua hal terasa baru, dan itu semua tampak begitu berarti. Karena itu ketika belia, kita jadi peduli dan memperhatikan banyak hal. Namun berbeda ketika kita dewasa dan didukung banyak pengalaman. Semakin dewasa, perhatian kita semakin kecil. Kita tidak lagi menanggapi komentar orang-orang yang membuat kita risau sebelumnya. Sekarang kita bisa memusatkan perhatian kita pada orang-orang terdekat kita, keluarga, teman-teman terdekat, serta pekerjaan kita.

Adakalanya kita meminimalisir perhatian kita karena keterbatasan yang kita miliki. Menjadi sederhana dan mensyukuri apa yang sudah ada dengan tidak berusaha menjadi lebih, lebih dan lebih yang hanya semakin menunjukkan kepada kita bahwa kita sebenarnya tidak seperti itu. Seperti, Anda ingin menjadi lebih cantik, menujukkan bahwa sebenarnya Anda tidak lagi cantik. Anda ingin membeli handphone dengan resolusi lebih tinggi, yang sebenarnya kamera handphone Anda tidak sebagus itu. Anda mencari cara terbaik mencari uang, karena Anda sudah tidak mempunyai cukup uang. Berhenti berusaha menjadi pribadi yang positif disegala hal yang hanya akan memberi tekanan batin kepada kekurangan Anda. Anda tidak bisa menjadi sempurna dan memukau sepanjang hari seperti ekspektasi yang Anda harapkan. Mengejar duniawi tidak akan membuat Anda merasa puas. Sekali lagi kunci dalam menjalani hidup yang baik, bukan terletak pada kepedulian kita terhadap banyak hal, tetapi pada sesuatu yang benar-benar mendesak dan penting.

BACA JUGA :  Tempat Kecil Soekarno: di Mojokerto ataukah di Ndalem Pojok yang Dianggap Mistis

 

Artikel ini Ditulis Oleh:

Amilul Nofa Latansyah

Amilul Nofa Latansyah

Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Islam Majapahit

Share this post

PinIt
    scroll to top