Rowo Bayu Desa Penari Banyuwangi Dipercaya Tempat Makhluk Halus

Rowo Bayu Desa Penari Banyuwangi Dipercaya Tempat Makhluk Halus

lenterainspiratif.com | Rowo Bayu Banyuwangi kembali menjadi perbincangan. Terlepas dari film ‘KKN di Desa Penari’ yang tengah tayang, Rowo Bayu merupakan lokasi Perang Puputan Bayu hingga tempat peristirahatan salah satu Raja Blambangan, Prabu Tawang Alun.

Tak hanya itu, Telaga Rowo Bayu juga dipercaya menjadi tempat makhluk halus. Ada dua makhluk halus berbeda yang mendiami telaga yang selalu berwarna hijau itu. Manusia yang bertemu dengan kedua makhluk halus itu akan tak sadarkan diri dan akan melupakan pertemuan itu.

Hal itu diungkapkan Suwadi (65), tokoh masyarakat sekitar Rowo Bayu. Menurutnya, masyarakat sekitar percaya ada dua sosok makhluk halus yang mendiami atau menjadi penunggu Rowo Bayu.

Salah satunya adalah Ki Jalu. Bisa dibilang Ki Jalu adalah makhluk terkuat di Rowo Bayu yang menjaga daerah tersebut. “Ada yang namanya Ki Jalu. Warga sekitar menamai seperti itu. Entah artinya apa,” ujar Suwadi, Minggu (7/2/2021) seperti dikutip dari detikjatim.

Suwadi mengaku tak ada yang tahu bagaimana sosok Ki Jalu ini. Sebab, meski ia selalu ada di sana, tak sembarang orang bisa melihat sosoknya. Jika ada yang tak sengaja bisa melihat Ki Jalu saat berkunjung ke Rowo Bayu, dapat dipastikan orang itu tak akan kuat dan pingsan.

“Yang pasti pingsan. Dan pasti akan lupa bertemu di mana. Tapi mereka akan ingat ada sosok yang berbahaya di Rowo Bayu,” tambahnya.

Selain Ki Jalu, Rowo Bayu juga dijaga oleh Nyai Resek dan para prajuritnya. Nyai Resek memiliki paras yang elok dan menawan. Siapapun yang melihatnya tak akan kuat menahan pesonanya.

Bahkan, mereka akan pingsan dan melupakan pertemuan itu. Hingga pernah ada cerita beberapa pemuda yang penasaran dengan Nyai Resek, dan mencoba mencarinya di Rowo Bayu.

BACA JUGA :  Merawat Ayam Bangkok Pukul Keras Usai Bertarung 

“Salah seorang pemuda bermalam di dekat petilasan Prabu Tawang Alun untuk meminta petunjuk nomor togel. Pemuda itu sengaja ngintip petilasan dan di sana ada 3 jasad orang mati. Sesaat setelahnya, muncul sesosok wanita yang menawarkannya bungkusan daun pisang berisi nasi kuning. Kemudian pingsan. Pas sadar bungkusan itu dibuka ternyata isinya kepala dan kaki kambing,” ujarnya.

Suwadi berpesan, bagi siapapun yang datang ke Rowo Bayu hendaknya memiliki tujuan yang baik. Sebab jika tidak, akan mendapatkan hal yang mengerikan. Apalagi jika sampai punya niatan buruk saat datang ke Rowo Bayu yang dikaitkan dengan cerita horor KKN Desa Penari.

“Jika niatannya baik akan baik pula. Tapi jika niatannya buruk bisa-bisa tidak kembali di alam nyata,” pungkasnya.

Kisah mistis di Rowo Bayu tak hanya terjadi di sekitar petilasan dan telaganya saja, namun di tiga sendang mata air utamanya mata air kepatren yang dijaga oleh patung Dewi Gangga.

Jalur menuju mata air Dewi Gangga ini harus melewati pohon besar berusia ribuan tahun, yang konon siapapun yang beritikad tidak baik akan dihentikan dengan sesosok raksasa berambut api. Semua hal mistis yang terjadi di Rowo Bayu, tak berhenti hingga kini.

Rowo Bayu Banyuwangi kembali menjadi perbincangan setelah film ‘KKN di Desa Penari’ tayang. Rowo Bayu disebut-sebut sebagai lokasi KKN tersebut.

Dugaan itu semakin kencang berembus, salah satunya setelah Menteri BUMN Erick Thohir mewawancara Sudirman, yang disebut-sebut sebagai pengelola Wisata Rowo Bayu.

Kepada Erick, Sudirman menceritakan bahwa tragedi ‘KKN Desa Penari’ terjadi di sekitar Rowo Bayu. Dalam wawancara itu, ia juga menunjukkan sejumlah foto soal titik-titik yang ada di kegiatan KKN itu.

BACA JUGA :  Melongok Penangkaran Perkutut Warna

“Itu cerita yang sesungguhnya dari versi Kepala Desa Bayu. KKN-nya tahun berapa, tanggal berapa, semuanya tercatat,” kata Sudirman dalam video yang dilihat, Rabu (18/5/2022). ( Tim )

Share this post

PinIt
    scroll to top