Kemelut BPRS Mojokerto Akan Dipansuskan, Sepuluh Anggota Dewan Ajukan Persetujuan Pansus

Berdasarkan hasil audit BPKP Jatim, banyaknya froud diinternal menjadi salah satu masalah. Selain itu, pada pertengahan tahun 2020 lalu banyak nasabah secara beruntun menarik deposito mereka, hal ini yang membuat likuiditas BPRS terganggu. Banyak sekali pinjaman atau kredit ke nasabah nilainya tinggi bahkan terlalu tinggi mencapai Rp 2 miliar sampai 9 miliar. (Roe)

BACA JUGA :  Ikfina Serahkan Kartu JKN-KIS Secara Simbolis Ke Empat Desa

Share this post

PinIt
    scroll to top