HOME // Inspirasi // Politik

Anak Terlantar di Kabupaten Mojokerto Masih Tinggi, Pengharggaan KLA Menuai Kritik dari Mahasiswa


 Pada: Agustus 8, 2021
Anak terlantar, mahasiswa mojokerto, pmii, pmii mojokerto, kla
Ana Yuskristiyaningsih (tengah), Ketua Lembaga Keperempuanan PMII Komisariat Majapahit, Mojokerto

Mojokerto, Lenteramojokerto – Penerimaan penghargaan KLA (Kabupaten/Kota Layak Anak) 2021 di kategori Madya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dinilai masih bertolak belakang dari realitas. Pasalnya dibalik penghargaan yang diraih tersebut, angka  anak terlantar di Kabupaten Mojokerto terbilang cukup tinggi. Sontak hal tersebut menjadi sorotan Mahasiswa Mojokerto.

“Data dari ‘Kabupaten Mojokerto Dalam Angka 2021’ yang diterbitkan BPS menunjukan angka anak terlantar di Kabupaten Mojokerto tahun 2020 sebanyak 3,942 anak. Angka yang terbilang tinggi di daerah yang baru menerima penghargaan KLA,” ucap Ana Yuskristiyaningsih, Ketua Lembaga Keperempuanan PMII Komisariat Majapahit, Mojokerto saat diwawancarai oleh Lenteramojokerto.com, Minggu (8/8/2021).

 

Ana sapaan akrab mahasiswa UNIM juga mengatakan, penerimaan penghargaan KLA seharusnya dibarengi dengan program dari Pemkab Mojokerto yang mampu mensejahterakan anak, tidak hanya sekedar memenuhi dokumen agar mendapatkan penghargaan tersebut.

“Seperti bantuan dari pemerintah langsung terhadap yayasan sosial yang mengakomodir anak terlantar, anak yatim piatu, dan lainnya,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Kabupaten Mojokerto kembali sabet penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2021 kategori Madya.

Penghargaan tersebut dumumkan secara virtual oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia I gusti Ayu Bintang, dengan disaksikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Joedha Hadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, dari ruang command center Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (29/7/2021).

 

Kategori Madya yang diraih Kabupaten Mojokerto tetap bertahan dari tahun 2019, mengingat penghargaan tersebut tidak digelar pada tahun 2020 lalu.

 

Pada tahun 2017 Pemkab Mojokerto mendapat penghargaan KLA Pratama untuk pertama kali  setelah mengirimkan dokumen pengembangan KLA sebanyak tiga kali.

 

BACA JUGA :  Kasus Pembuangan Limbah B3 di Ngoro Jalan di Tempat, PMII Kritik Kinerja Polres Mojokerto

Selanjutnya di tahun 2018 untuk ke-empat kalinya, Pemkab kembali mengirim dokumen, dengan capaian kategori Pratama ke dua kali. Hingga pada evaluasi ke lima di tahun 2019, Pemkab Mojokerto sukses menunjukkan lompatan mengesankan dengan memboyong kategori Madya.

Penghargaan KLA di daerah dikategorikan menjadi  5 jenis beserta raihan nilai. Antara lain Pratama (500-600), Madya (600-700), Nindya (700-800), Utama (800-900), dan capaian paling puncak adalah kategori KLA (900-1.000). (DIY)


Sudah dibaca : 30 Kali
 






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.

ARTIKEL LAINNYA

VIDEO