HOME // Pendidikan

Dispendik Kabupaten Mojokerto Anggaran 4,9 M Untuk Pengadaan Seragam Batik Sekolah


 Pada: Juni 29, 2021

Pengadaan seragam

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Pengadaan seragam sekolah bagi siswa SD Negeri dan SMP Negeri di seluruh Kabupaten Mojokerto telah dianggarkan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan.

Saat ini sebanyak Rp.4,9 miliar dan nilai HPS Rp 4,3 miliar dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 digunakan untuk pengadaan seragam sekolah berupa pakaian batik tradisional tersebut masih dalam tahap lelang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin menyebut bahwa pengadaan seragam batik tradisional tersebut adalah untuk menyambut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru, 12 Juli 2021 mendatang bagi siswa SD dan SMPN.
“Siswa yang mengikuti pembelajaran PTM maupun Daring selama Pandemi tetap mengenakan seragam sekolah,” ungkapnya, Senin (28/6/2021).

Pihaknya juga menambahkan jika motif seragam tersebut diambil dari kelompok guru prakarya (Kesenian) di Kabupaten Mojokerto dengan konsep khas Majapahit. Tujuannya adalah edukasi kepada siswa.
“Kita desain sendiri motif batik itu yang tentunya seputar Majapahit sebagai identitas asli Mojokerto,” jelasnya.

“Sebagai penilaian dan penanaman karakter sehingga siswa mengenakan seragam secara psikologis akan berbeda saat mengikuti pembelajaran di sekolah,” ucap Zainul.

Kabid Bagian Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Kabupaten Mojokerto, Mujiati memaparkan pengadaan seragam sekolah pakaian batik tradisional Majapahit akan diberikan pada siswa SD dan SMP Negeri. Nantinya, para siswa akan menerima dalam bentuk kain batik.
“Jumlah peserta didik SDN sebanyak 61.728 siswa masing-masing 1,50 meter dan SMPN 24.316 siswa mendapat 1,75 meter per siswa,” bebernya.

Dia menyebut Rencana Anggaran Biaya (RAB) pengadaan seragam sekolah batik tradisional SD senilai Rp. 4.999.954.500 dan SMP Rp. 1.999.991.000. Kain batik akan diberikan empat bulan mendatang.
“Desain batik dari salah satu guru prakarya belum ada nama karena memang belum dipatenkan asal sumber dana APBD dan distribusi kain batiknya jika proses lelang lancar diperkirakan awal Oktober,” pungkasnya. ( Diy )

BACA JUGA :  SPNF SKB Tidore Gelar Diklat Peningkatan Kompetensi Tutor Berjenjang


Sudah dibaca : 8 Kali
 






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.

ARTIKEL LAINNYA

VIDEO