HOME // Peristiwa

Tambang Membuat Air Keruh, Petani Jatidukuh Mengeluh


 Pada: Maret 8, 2021
Tambang, Jatidukuh, Petani, Mengeluh
Petani Jatidukuh mengeluhkan tambang yang membuat air keruh

Lenteramojokerto | Mojokerto – Aktivitas pertambangan yang membuat air keruh membuat Petani Jatidukuh mengeluh lantaran tanaman padi mereka terancam gagal panen.

Keruhnya air berawal dari adanya aktivitas pertambangan Galian C yang berada di Dusun Geruh, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang Mojokerto yang berada di sebelah sawah warga.
Menurut keterangan petani Jatidukuh yang tidak mau menyebut namanya mengatakan, petani terancam hasil sawah mereka rusak lantaran kualitas air yang keruh.

“Ya kan bisa merusak padi yang kita tanam. Soalnya air yang keruh bisa membuat proses pertumbuhan padi tidak optimal.” Ujar salah satu petani setempat saat di wawancara lenteramojokerto.com pada, Senin (08/03/2021).

Petani juga mengeluhkan terkait jalur irigasi yang di buat oleh pertambangan dengan bahan dari drum tersebut sudah mulai rusak.

“Ya itu kalau rusak siapa yang mau tanggung jawab. Kan pengairan sawah kami berasal dari situ, kalau sampai ambrol ya pengairan sawah bisa terkendala juga.” Ungkap petani Jatidukuh.

Selain itu, petani juga takut jika tambang terus beroperasi bisa membuat mereka gagal panen.

“Sudah dua bulan airnya keruh. Ya kalau hasil sawahnya rusak saya makan gimana mas, kan selama ini kita hidup bergantung dari hasil sawah.”
Petani Jatidukuh mengharapkan jalur irigasi bisa dibetulkan seperti sedia kala.

“Kami harapkan jalur irigasi itu di betulkan seperti sedia kala. Tapi masalahnya bisa atau tidak.” Pungkas petani Jatidukuh tersebut.

Warga Jatidukuh Protes Izin Tambang Tidak Sesuai

Selain itu, Menurut pernyataan Sumartik, warga setempat mengatakan bahwa aktivitas pertambangan tersebut tidak sesuai dengan izin yang berlaku.

“Izinnyakan batu andesit, tapi kenapa pengusaha itu mengambil tanah di situ. Inikan tidak sesuai dengan izin.” Ujar Sumartik.

BACA JUGA :  Belum Ada Ketegasan, PSPLM Kembali Mendatangi Polres Mojokerto

Lebih lanjut Sumartik mengharapkan ketegasan dari pihak pemerintah terkait pertambangan yang ada di Jatidukuh.

“Seharusnya Gondang bukan wilayah pertambangan mas, seharusnya di Gondang merupakan wilayah penyangga.” Tutup Sumartik.

Dalam informasi yang berhasil terangkum dari wawancara dengan warga setempat. Diketahui pemilik tambang tersebut adalah Pak Sukiyat yang berasal dari Jombang.

Namun saat mencoba menghubungi pemilik pertambangan untuk meminta konfirmasi masih tidak ada jawaban. (Diy)


Sudah dibaca : 3 Kali
 






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.

ARTIKEL LAINNYA

VIDEO