HOME // Ekonomi

Petani Cabai di Mojokerto Terancam Merugi Karena Wabah Antraknosa


 Pada: Februari 28, 2021
Petani Cabai di Mojokerto merugi di terpa wabah
Petani cabai

Lenteramojokerto | MojokertoPetani cabai di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto terancam merugi, pasalnya wabah Antraknosa telah menyerang lahan persawahan yang mereka garap.

Penyebab wabah Antraknosa ini disebabkan jamur Colletotricum Capsici yang muncul bersamaan dengan musim hujan. Sehingga mengakibatkan sebagian tanaman cabai membusuk, yang berakibat hasil panen petani cabai menurun drastis.

Melansir matamojokerto.com, Seorang petani cabai, Arik Susanto warga Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong mengatakan, Ia terpaksa panen lebih awal. Sebelum penyakit Antraknosa merusak seluruh tanaman cabai miliknya di lahan persawahan.

“Sudah tiga kali panen dan kondisinya memang seperti ini. Banyak tanaman cabai rusak terkena Antraknosa sehingga harus cepat dipanen agar tidak merembet ke tanaman lainnya,” ungkapnya, Sabtu (27/2/2021).

Menurutnya, penyakit Antraknosa muncul saat musim hujan. Kondisi yang lembab menjadi pemicu munculnya jamur.
Hal ini menjadikan tanaman cabai rontok dari tangkai dan busuk sebelum dipanen.
“Apalagi, tanaman yang rusak mulai dari cabai yang masih kecil berwarna hijau sampai siap panen sudah warna merah.” Ujarnya

“Kami tetap panen cabai yang rusak untuk dikeringkan dan Kami jual meski harganya jatuh setidaknya dapat mengurangi kerugian,” jelasnya.

Arik mengaku, biasanya lahan persawahan tanaman cabai luas sekitar 200 meter persegi miliknya dalam kondisi normal dapat panen sebanyak 1,5 kuintal. Akibat adanya penyakit Antraknosa ini hasil panen turun yang kini kurang dari satu kuintal.
“Masa panen maksimal yaitu keempat dan kelima kalau kondisi normal hasil panen mencapai 1,5 kuintal namun sekarang turun tidak sampai satu kuintal,” terangnya.

Para petani berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah dalam penanganan dan pengendalian wabah penyakit Antraknosa yang menyerang tanaman mereka.

BACA JUGA :  Pariwisata Tutup Selama PPKM, Pemkab Mojokerto Merugi Rp 1 miliar

Harga Cabai Tinggi

Petani mengeluh, karena hasil panen turun drastis harga cabai justru merangkak naik.

Terkini harga cabai dari petani sekitar Rp 70.000 per kilogram. Sedangkan di pasaran dijual berharga Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram.

“Harganya cabai lumayan tinggi sehingga semoga dapat menutupi hasil panen yang menurun meski begitu balik modal saja sudah bagus,” tandasnya. (Dy)


Sudah dibaca : 4 Kali
 






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.

ARTIKEL LAINNYA

VIDEO