Kini kami hadir di Google play store, klik, unduh dan instal

HOME // Budaya // Daerah // Jawa Timur

   Pada: Sabtu, 5 September 2020

Bahasa Jawa, Madura, Arab, Tionghoa dan Pendalungan Jadi Bahasa Saat HUT Probolinggo

Bahasa Jawa/Madura, Arab, Tionghoa dan Pendalungan Jadi Bahasa Saat HUT Probolinggo
Foto : Busana saat HUT Probolinggo

Lenterainspiratif.com | Probolinggo – Rayakan hari jadi Kota Probolinggo ke-661 ribuan warga memakan nasi jagung secara serentak di tempat masih, 30 peserta apel pun mengenakan busana pendalungan, etnis Jawa, Arab dan Tionghoa.

Tak hanya itu pembawa acara maupun komandan regu pada saat apel berbicara menggunakan 5 bahasa sekaligus. Yakni Bahasa Jawa/Madura, Arab, Tionghoa dan Pendalungan atau bahasa khas Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo sendiri, Habib Hadi Zainal Abidin memilih mengenakan gamis yang merupakan busana khas Timur Tengah. Sedangkan Wakil Wali Kota Probolinggo MS Soufis Subri memilih mengenakan busana Tangzhuang khas Tionghoa.

Uniknya lagi, dalam acara Hari Jadi Kota Probolinggo juga mengadakan acara makan nasi jagung secara virtual serentak diseluruh wilayah kota Probolinggo.

Yang lebih unik lagi, ada acara tasyakuran dengan nasi jagung yang dilakukan secara virtual se-Kota Probolinggo. Acara diawali potong tumpeng nasi jagung dan dilanjutkan dengan makan bersama yang diawali dengan potong tumpeng.

Salah satunya ialah jemaat Gereja Kristen Jawa Wetan mereka memotong tumpeng lalu makan nasi jagung bersama-bersama di dalam gereja. Berikutnya Jemaah Masjid Agung Raudlatul Jannah, tak ketinggalan tim medis RSUD dr Mochamad Saleh. Bersama keluarga pasien, mereka juga makan nasi jagung. Bahkan warga juga turun berpartisipasi membagikan nasi jagung kepada pengguna jalan.

Seorang warga, Abrrar Khuddah mengaku senang makan nasi jagung bersama tim medis RSUD dan keluarga pasien.

Laman: 12

<< Kembali | Selanjutnya >>








Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI