HOME // Budaya // Hobby // Jawa Timur

Duel Sengit Murai Batu Sujud


 Pada: Agustus 1, 2020

Lenterainspiratif.com – Mojokerto – Dua Murai Batu sujud bertemu dalam even Latihan Prestasi (Latpres) di gantangan Quartet 80 BC, di lokasi Pasar TAS 5, jalan Raya Krian-Mojosari, Jumat (31/07/2020) kemarin.

Murai Batu Melon milik H Sampoerno dari Kesamben, Jombang terlibat duel sengit dengan Murai Batu Jimat milik Polo Supriyadi dari tim 234 SF Sidoarjo. Tak pelak, pertarungan kedua burung ekor panjang yang memiliki gaya sama-sama sujud banyak menyedot perhatian penonton.
Menariknya, keduanya bertemu dalam dua sesi yakni kelas Murai Batu A dan B.

Di kelas A, Murai Batu Melon nampil dengan gaya tarungnya yang khas. Sejak kali pertama di gantang, Melon langsung menyemburkan tembakannya yang cenderung panjang-panjang. Tak hanya itu, sepanjang awal hingga akhir laga Melon terus memuntahkan isiannya seperi Kenari, Cililin dan tembakan khas Srindit.

Sementara itu, Murai Batu Jimat tak kalah garang. Sejak naik, ia terus sujud. Berbagai tonjolan burung master ia kerahkan meski durasinya tak sepanjang Melon. Walau demikian, tarungnya yang nekan tetap menarik perhatian Tim Juri. Dan alhasil, para juri menempatkan Melon di posisi pertama sementara Jimat harus puas dengan posisi runner up.

Di sesi kedua, kedua Murai Batu ini kembali bertemu. Jimat yang tampil atraktif dengan gaya khasnya langsung mengganas. Ia terus menyemburkan tembakan-tembakannya yang terdengar sangat kristal. Hanya saja, Jimat sempat ngetem.

Sementara Melon sebaliknya, ia tampil energik pada pertengahan hingga akhir lomba. Dalam sesi ini, Jimat harus puas sebagai pemenang kedua. Sementara Melon makin kuat menancapkan taringnya di dua kelas sekaligus.

Disela-sela lomba, H Sampoerno mengungkapkan membongkar habis rawatan gacoannya tersebut. Menurutnya, Melon adalah burung tipe dingin. Ia harus mandi sebelum naik gantangan.

BACA JUGA :  Ciri Ayam Bangkok Pembunuh

Demikian dengan rawatan harian di rumah. Murai Batu ini, jarang di panaskan. Sepanjang hari ia menghabiskan hidupnya dalam kandang tenggaran.
Burung yang ia peroleh sejak trotol tersebut tinggal dalam tenggaran selama empat hari dalam seminggu. Dan itu dilakukan tanpa embun. Ini berbeda karakter dengan tiga gacoan H Sampoerno yang lain.

Burung ini telah malang melintang dalam kancah even bergengsi. Melon mendapatkan juara 1 dalam even Gus Dur Cup di Jombang beberapa tahun lalu. Ia juga menyandang predikat sebagai pemenang even Camat Cup. Di even Bupati Sidoarjo Cup, melon harus puas di peringatan ke-9 (yud)


Sudah dibaca : 10 Kali
 






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.

ARTIKEL LAINNYA

VIDEO