Kini kami hadir di Google play store, klik, unduh dan instal

HOME // Daerah // Jawa Tengah

   Pada: Jumat, 24 Juli 2020

Pemecatan Tanpa Alasan Jelas, FP2Dewa Kecam Tindakan Kades Wayasipang

Pemecatan Tanpa Alasan Jelas, FP2Dewa Kecam Tindakan Kades Wayasipang
Foto : ilustrasi

Lenterainspiratif.com | Halsel – Forum Pemuda Peduli Desa Wayasipang (FP2Dewa) Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kecam tindakan Kepala Desa Wayasipang Nasar Abdu Salam, atas kebijakan pemberhentian tugas melalui Surat Keputusan (SK) Pemecatan kepada Sekertaris BUMDES, Guru Paud, dan Guru Ngaji, dengan tanpa alasan yang jelas.

Sesuai dengan Undang-Undang Desa No 6 tahun 2014 Pasal 23 tentang, Pemerintahan Desa diselenggarakan Berdasarkan asas rekognisi; subsidiaritas; keberagaman; kebersamaan; kegotongroyongan; kekeluargaan; musyawarah; demokrasi; kemandirian; partisipasi; kesetaraan; pemberdayaan; dan keberlanjutan.

Namun seiring dengan penyelengaraan pemerintahan di desa Wayasipang saat ini melalui pengamatan dan kajian

Kordinator FP2Dewa Samsul Bahri saat di konfirmasi awak media melalui via Whatsap, pada Jumat (24/07/2020), mengatakan bahwa sangat di sesali atas kebijakan yang di lakukan oleh Pemdes maka secara tegas kami tidak akan membiarkan sejumlah masalah yang telah sengaja didiamkan hingga saat ini.

“Tanpa menjelaskan asal usul atau sebab dari kebijakan yang dibuat-buat. Karena Kebijakan tersebut meliputi pemberian SK pemecatan yang terdiri dari, Guru Paud, Guru Ngaji dan Sekertaris BUMDes Wayasipang,” ucap Acul sapaan akrab Samsul.

Kata Acul, dari hasil keterangan yang kami himpun saat ini setelah mendatangi Kepala Desa Nasar Abdu Salam, untuk meminta kejelasannya, tetapi beliau (Kades), menjelaskan bahwa satu orang warga yang berasal dari guru PAUD Wayabubil yang diberikan SK pemecatan karena gegara surat kaleng (sebuah Pamflet berisikan sebuah puisi), yang dituduh suaminya yang telah membuat.

Lanjut Acul senada mengutip perkataan Kades, bahwa begitu juga dua warga lainnya yang merupakan ibu dari guru pengajian dan anaknya yang sebelumnya diangkat sebagai sekertaris BUMDes, “hanya karena status yang berisi konten kritikan yang diunggah di sosial media melalui laman facebook oleh anaknya, bahkan ia dicaci maki oleh pak kades dikarenakan status tersebut,” jelas Kordinator.

Laman: 12

<< Kembali | Selanjutnya >>








Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI