Kini kami hadir di Google play store, klik, unduh dan instal

HOME // Budaya // Daerah // Jawa Tengah // Peristiwa

   Pada: Jumat, 10 Juli 2020

Asal Usul Orang Kalang Yang Juga Ahli Pandai Besi

foto : benda yang berasal dari makam kuno

lenterainspiratif.com | Yogyakarta – Sejarah dan asal usul orang kalang, siapakah itu orang kalang, begini penjelasan Antropolog Universitas Gajah Mada (UGM) Dr Pande Made Kutanegara.

Dalam beberapa versi sejarah, menyebutkan orang Kalang berasal dari Bali.

“Dari segi historis ada beberapa versi ya, tapi versi paling besar mereka (orang Kalang) adalah orang Bali yang didatangkan oleh Raja Kerajaan Mataram Islam di Kotagede (Yogyakarta),” ujar Dr Pande Made Kutanegara, Kamis (9/7/2020).

Pada awalnya kedatangan orang kalang di kota gede Yogyakarta untuk membantu persenjataan kerajaan Mataram, mengingat orang kalang dikenal sebagai pandai besi.

“Dari catatan sejarah, mereka itu didatangkan khusus ke Yogya, tepatnya saat (era) Kerajaan Mataram pertama (Mataram Islam) untuk mengembangkan persenjataan, pembuatan perhiasan hingga gamelan,” ujarnya.

“Orang pandhe itu (orang Kalang) orang bali, pandhe itu pandai besi. Mereka tenaga kerja yang ahli di bidang senjata dan membuat gamelan serta perak,” tambahnya.

Pande juga memaparkan bahwa, sekitar 50 kepala keluarga (KK) orang kalang di datangkan ke Yogyakarta dan bertempat tinggal di kecamatan Kotagede Yogyakarta.

“Nah, lama kelamaan mereka beranak pinak dan menyebar, ke timur arah Solo, utara ke arah Purwodadi, Blora, Jepara dan Demak. Kalau ke barat sampai Gombong dan Purwokerto,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, hal itu karena orang Kalang ada yang suka berkelana. Terlebih, merujuk teori migrasi menyebut perantau perlu how to survive atau bertahan di perantauan.

“Nah mereka menjadi usahawan di berbagai bidang. Misal Gombong orang Kalang kuat, Solo, Jepara, Jepara itu seperti dari ukirannya itu,” ucapnya.

“Dan di masa kolonial, orang Kalang jadi pengusaha sukses karena mereka menguasai pegadaian. Jadi pegadaian di Yogya-Jateng (Jawa Tengah) itu yang menguasai orang Kalang,” lanjut Pande.

Nama kalang sendiri memiliki arti “dipagari”, hal itu sesuai denga dari keeksklusivan orang kalang sendiri.

“Mereka seperti masyarakat luar yang beda kebudayaan dengan masyarakat asli Jawa, sehingga mereka jadi masyarakat yang eksklusif. Seperti perkawinan harus sesama orang Kalang, kepercayaannya juga beda dan ini yang membuat mereka dijuluki sebagai orang yang dikalang, seperti dipagari, nah dari situ muncul istilah Kalang,” ujarnya.

Menanggapi penggalian makan orang kalang, pande menilai karena orang kalang menganut adat bali yang turut menyertakan harta benda milik orang yang meninggal ke dalam liang lahatm

“Di Bali ada kepercayaan bekal kubur dan dibawa mereka (orang Kalang). Ini membuat makam orang Kalang memiliki nilai,” ujar Pande.

Laman: 12

<< Kembali | Selanjutnya >>








Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI