Kini kami hadir di Google play store, klik, unduh dan instal

HOME // Opini

   Pada: Selasa, 26 Mei 2020

Dzikir Fikir dalam Pandemi Covid19

Berdasarkan riwayat asbun nuzul ayat diatas, sebagai umat beragama kita sudah sepantasnya belajar dari pesan Rasul untuk memperbanyak dzikir sebagai jalan mendekat (taqorrub) pada Ilahi. Fase berikutnya menuru KH. Qurasy shihab ialah akal kita bisa berfikir jernih serta bijaksana, karena ibarat akal laksana lahan persawahan, jika tidak ditanami, akan tumbuh rumput dan alang alang. Ketika akal selalu diajak berfikir memecahkan masalah, maka akal akan menyesuaikan seperti teko Ajaibnya Aladin.

Pandemi Covid19 bisa dipahami merupakan ayat ayat kauniyahny Alloh SWT, karena subtansinya apa yg ada didalam alam semesta (pergantian siang dan malam) semua ciptaan Alloh SWT. Realitasnya diawal sebaran Covid19 banyak yg tidak percaya serta tidak menyangka, bahwa situasi dunia akan tunduk pada Corona. Tidak peduli bangsa barat ( USA), bangsa bangsa eropa ( Uni Eropa) yang mentasbihkan negara kaya (kapitalis) dan maju kini kondisinya sama dengan bangsa Asia dan Afrika baik yang maju maupun berkembang. Bagi umat manusia yang masih mau berfikir, tentu masih ada pilita serta harapan untuk bertahan, esok akan berbuat apa, karena paling sederhana dlm berfikir didunia ini, menggunakan logika causalitas, sebab akibat.
Bagi manusia atau bangsa Yang mampu mengelola keadaan serta situasi saat ini harapan untuk mampu melewati ujian pandimi ini masih ada.

Sebagai contoh apa yg dilakukan Pemerintah saat dalam mengambil kebijakan dengan mengluarkan Perpu No 1 tahun 2020, kemudian disahkan menjadi UU No 2 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan Negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penangan pandemi COVID 19, yang didalamnya terdapat tetek mbengek, merupakan hasil musyawarah ( berfikir para ahli) dengan tujuan melindungi rakyatnya dari ancaman wabah ini. Sekalipun masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan dilapangan / salus populi suprema Lex Esto (Keselamatan dan Kemakmuran Rakyat Hukum Tertinggi). Namun yang utama bagi yg tidak bisa melaksanakan tradisi mudik lebaran tahun ini, sudah jenuh lebaran tidak bisa kemana mana alias dirumah saja, sekedar melapas kangen kerabat, handautolan di kampung. menyampaikan maaf lahir batin disertai keluh kesah via telphon atau medsos ( WA, ZOOM, FB, IG dst). alangkah baiknya tetap berdzikir dan berfikir sekalipun dalam kondisi rebahan, karena kebijakan social distancing / WFH / PSBB. semoga wabah lekas berlalu dan kita diberikan keselamatan, yuk!, Jangan lupa sambil menikmati roti kongguan, krupuk Rambak, kacang asin dimeja tamu sambil sruput kopinya. Salam.

Laman: 12

<< Kembali | Selanjutnya >>








Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI