Kini kami hadir di Google play store, klik, unduh dan instal

HOME // Daerah

   Pada: Jumat, 31 Januari 2020

Peletakan Batu Pertama Pasar Benpas, Disertai Hujan Pertanda Berkah

foto : walikota mojokerto Neng Ita saat melakukan peletakan batu pertama pasar benpas dengan nilai anggaran 11 miliar

Lenterainspiratif.com MOJOKERTO – Sebanyak 222 pedagang eks alun-alun semakin lega, saat Walikota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Neng Ita,  meletakan batu pertama pembangunan kembali Pasar Benteng Pancasila (benpas) yang terbakar 2017 silam.

Acara peletakan batu pertama, memang sempat diguyur hujan deras disertai dengan angin kencang, hingga sedikit memporak porandakan kelambu tenda yang berada di tengah lahan yang akan didirikan pasar tersebut. selang beberapa menit kondisi itu segera diatasi oleh beberapa petugas sampai akhirnya acara kembali normal sesuai rencana.

Neng Ita usai peletakan batu pertama pada jum’at 31/01/2020 dengan didampingi  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo menjelaskan bahwa proyek ini senilai Rp 11 miliar yang diusulkan pada tahun 2018 lalu, merupakan dana penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaui kementrian perdagangan yang di disposisi ke kementrian PUPR, karena terkategori pada pasar yang terkena bencana kebakaran.

Dana itu, masuk pada dana penugasan di tahun 2018  melalui mekanisme tender sehingga pemenang baru muncul pada tahun 2019 kemarin, sehingga pada awal tahun ini baru bisa dilakukan proses pembangunan, sesuai dengan pengajuan proposal nantinya akan dibangun sebanyak 240 kios, jumlah tersebut sudah lebih dari  jumlah pedagang eks alun alun, Di targetkan proyek ini akan selesai selama tujuh bulan ke depan.

sementara itu, pasar ini nantinya akan ada suasana etnik kemajapahitan yang akan disesuaikan dengan kearifan lokal, pedagang yang teradaftar di disperindag yang akan menempatinya,  terutama warga Kota Mojokerto, dimana hal itu sesuai dengan misi pemerintah kota yaitu membangun usaha kecil yang berbasis kerakyatan.

” bahwa proyek ini nantinya akan memiliki etnik kemajapahitan sesuai kearifan lokal, namun bentuk strukturnya mengikuti apa yang ada di kementrian, kalo untuk siapa yang menempati tentunya adalah yang sudah terdata di disperindag” jelas Neng Ita.

Disinggung soal adanya hujan deras dalam acara tersebut dengan senyum khasnya ia (Neng Ita ) mengatakan ini sebuah berkah dan bukan pertanda buruk.

Laman: 12

<< Kembali | Selanjutnya >>








Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI