Ini Kronologi dan Identitas Nenek Yang Viral Diseret dan Ditendang

Foto : Potongan video yang viral.

 

Lenterainspiratif.com, SLEMAN — Nenek yang diseret dan ditendang dalam sebuah video yang menjadi viral di jagad maya menjadi perbincangan netizen.

Netizen pun bertanya-tanya asal muasal kejadian sampai terjadi kekerasan pada perempuan renta itu.

Diketahui, nenek dalam video itu bernama Rubingah, berusia sekitar 60 tahun, warga Dusun Kranggan 1 Jatitirto, Berbah, Sleman.

Melihat video kekerasan kepada seorang nenek, netizen pun bereaksi. Netizen geram dengan ulah pria dalam video itu.

Berbagai respon muncul, salah satunya dari akun @herry_zudianto. Mantan Wali Kota Yogya itu menuliskan, “Yang nendang nenek-nenek tua itu pasti punya problem kejiwaan atau streess. Kalau waras engga mungkin melakukan” tulisnya.

Saat dimintai konfirmasi, Ketua Paguyuban Pasar Potrojayan, Sularsih (45), mengatakan nenek Rubingah baru pertama kali datang di pasar. Awalnya dia membeli bunga mawar. Kejadian dalam video yang viral itu terjadi pada, Senin (20/1) sekitar pukul 05.30 WIB.

“Senin pagi (20/1) sekitar setengah enam kejadiannya. Tadinya dia beli bunga mawar itu, lalu dia taruh tas ke kotak tempat jual buah,” ujar Sularsih saat di Mapolsek Prambanan.

Dari keterangan yang dia dapat dari penjual buah, Rubinah diketahui mengambil mangga seberat tiga kilogram.

“Lama dilihatin. Sama penjual buah dilihatin ngerogoh buah mangga tiga kilo masuk tas,” ungkapnya.

Aksinya lantas diketahui oleh penjual buah dan hasil curian itu diminta kembali.

“Lalu dikejar sama penjual, diminta buahnya dan dikasih satu. Penjual itu sempat bilang kalau mau minta, minta aja jangan ngutil lalu diminta keluar dari pasar,” bebernya.

Namun, menurut keterangannya si nenek kembali lagi ke pasar. Nenek Rubingah lalu dibuntuti oleh pria yang melakukan penganiayaan di video tersebut.

Sudah keluar lalu dibuntuti sama bapak di video itu, setelah itu Rubingah dibawa ke kantor,” jelasnya.

Di dalam kantor yang terletak di bagian barat pasar, Rubingah diinterogasi. Menurutnya, setelah itu masalah sudah selesai secara kekeluargaan.

“Sudah ditanya-tanya dan disuruh pulang. Masalah juga sudah kami selesaikan secara kekeluargaan. Waktu pulang juga minta uang Rp 5 ribu dan sudah saya kasih,” bebernya.

Dia pun baru mengetahui kejadian itu dari media sosial. Pasalnya dari grup paguyuban tidak ada yang merekam video.

“Dia yang merekam itu saya tidak tahu, di grup WA juga tidak ada yang kirim video. Saya tahunya dari grup Facebook,” ucapnya. (tim)

Bagikan :