Tak Ada Papan Proyek, Pembangunan Paving di Desa Plemahan Diduga Melanggar Aturan

foto : pembangunan paving di dusun mojodadi.

JOMBANG – Pembangunan jalan paving yang ada di Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang diduga melanggar aturan yang ada. Pasalnya, dalam pelaksanaan proyek yang sudah berlangsung beberapa hari, tidak menyertakan papan nama proyek. Padahal, dengan adanya papan proyek nama, agar masyarakat mengetahui terkait anggaran dan volume bangunan serta, selesai dalam pelaksanaannya.

“Seharusnya ada papan nama proyek, supaya masyarakat tahu sumber anggaran, besaran anggaran dan nilai volume proyek itu. Karena disitu tidak ada yang namanya papan proyek. Sehingga saya tidak mengetahuinya itu, “ungkap inisial ZA warga setempat, saat dikonfirmasi Selasa (8/10/2019).

Hal Senada juga disampaikan warga lainnya berinisial JS, bahwa dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 54 tahun 2010 dan Perpres No 70 tahun 2012, tertuang terkait kewajiban memasang papan nama proyek. Serta, dalam aturan tersebut mengatur regulasi setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. “Papan nama itu di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek tersebut, “urainya.

Masih kata JS, tidak adanya papan nama proyek di Dusun Plemehan itu, juga diduga menyalahi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). “Tidak dicantumkannya papan nama proyek tersebut bukan hanya bertentang dengan Perpres. Tapi juga tidak sesusai dengan semangat transparansi dan keterbukaan terkait informasi pada masyarakat, “paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Desa Plemehan, Agus Hariyanto, saat ditemui mengatakan pembangunan paving itu bersumber dari dana desa (DD). “Anggaran itu Rp.109Juta, 100ribu, “katanya.

Selain itu, kata Agus, tidak dipasangannya papan proyek nama karena hal itu tergantung pada serapan yang ada. “Karena kita kan swakelola, lah begitu kita pasang ternyata nanti serapannya itu katakanlah Rp. 107juta sudah selesai, masak papannya akan kita ganti lagi. Karena bedanya swakelola kan seperti itu. Dan itu sudah kami terapkan dari tahun-tahun sebelumnya, dan itu petunjuk dari Inspektorat agar tidak keliru, “tandasnya. (sis)

Bagikan :