Rencana Walikota Mojokerto Membangun Kolam Sekarsari Akankah Korbankan Baznas

Foto : kantor baznas mojokerto

Mojokerto – Rencana pembangunan kolam pemandian sekarsari yang akan mengorbankan kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tanpa memikirkan gedung pengganti terlebih dahulu Membuat sejumlah kalangan resah, Digusurnya gedung Baznas yang berada di jalan Gajah Mada itu,di duga imbas dari rencana ambisius walikota yang berencana akan melakukan pembangunan kolam pemandian lendaris yakni Sekarsari yang bersebelahan dengan gedung Baznas. Tak hanya gedung Baznas, puluhan kios yang berada di pemandian sekarsari pun akan digusur tanpa kejelasan relokasi.

Junaedi Malik, Ketua DPRD Kota Mojokerto menjelaskan bahwa,  rencana pembangunan itu bakal menggunakan lahan yang kini masih berdiri kantor Baznas. Bahkan rencana pembangunan sudah dituangkan dalam KUA-PPAS R-APBD 2020.

Adanya rencana pembangunan itu membuat kalangan pegawai Baznas resah, karena sampai saat ini belum diketahui rencana relokasi tersebut. Ada informasi dari pengurus Baznas yang resah mendengar rencana pembangunan kolam Sekarsari. Karena infonya termasuk lahan kantor Baznas pula,” tandasnya.

Pihaknya mendorong agar Pemkot segera menyiapkan lahan/kantor pengganti untuk Baznas. Karena itu dianggap penting agar program kegiatan Baznas tidak terganggu. Karena nyatanya Baznas turut membantu pembangunan khususnya pemberdayaan masyarakat berupa bantuan dana yang terkumpul di Baznas tanpa mengganggu APBD,” terangnya.

Dalam perundang-undangan, kata Junaedi, Baznas merupakan lembaga vertikal yang ketentuannya diatur mulai pusat hingga daerah. “Apalagi ada informasi tahun ini pembangunannya sudah akan dimulai,” katanya.

Dari informasi yang ada, sebelumnya Ita Puspitasari, Walikota Mojokerto berencana bakal segera membangun ulang kolam pemandian Sekarsari. Rencananya akan dilakukan tahun depan dengan support APBD mencapai Rp 6 miliar.

Tidak hanya kolam pemandian Sekarsari, juga menggarap menara air yang juga menjadi ikon Kota Mojokerto. (roe)

Bagikan :