Meski Di Datangi DPRD SMA N II Mojokerto Tetap Lanjutkan Tarikan, Ini Alasanya

Foto : SMAN II Kota Mojokerto

Mojokerto – Tarikan Yang di lakukan  SMAN II kota mojokerto untuk kelas X dan XI sebesar Rp 800 ribuan, akhirnya di sidak oleh DPRD kota mojokerto senin 07/10 pukul 09.30 wib.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Agus Wahyudi, usai pertemuan dengan pihak sekolah, komite sekolah, Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) dan UPT Dinas pendidikan menjelaskan bahwa pihak sekolah akan melanjutkan tarikan tersebut dengan alasan mereka sudah sesuai aturan.

Dalam pertemuan itu juga perwakilan UPT Dinas Pendidikan juga memberikan lampu hijau jika punggutan yang dilakukan SMAN II tidak melanggar aturan. Bahkan, lanjut Agus mereka berargumen yang dilarang oleh undang-undang yakni pungutan liar (Pungli) sedangkan yang dilakukan sekolah berupa sumbangan.”Jika sekolah tetap beranggapan punggutan yang dilalukan sudah sesuai aturan, secara pribadi saya menyarankan dan memohon agar jangan sering-sering ada punggutan. Kasihan wali murid,” kecam alumnus kampus Ubaya ini.

Sementara itu,  Ery Prayogo, anggota Komite Nasional (Komnas) Pendidikan Kota Mojokerto pada waktu lalu menyebut penggalangan dana yang dilakukan SMAN II menyalahi aturan.

“Yang dilakukan SMAN II itu menyalahi PP Nomor 48 Tahun 2008,” Kata Ery Prayogo

Menurutnya, dalih pihak sekolah menarik sumbangan untuk penambahan sarpras diamini komite sekolah setempat sama sekali tidak bisa dibenarkan. “Apapun alasannya, kalau dijalankan dengan menabrak aturan ya tidak bisa dibenarkan,” cetus Ery Prayogo.

Wakil kepala sekolah SMAN II, Matsuciadi mengatakan tarikan yang dilakukan pihaknya mengacu pada peraturan presiden no 48 tahun tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan pasal 2 dan 3.”Sudah dapat acc dari Dinas pendidikan Provinsi Jatim dan UPT dinas pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut Matsuciadi menjelaskan dalam tarikan itu pihak sekolah memberikan ruang dispensasi bagi walimurid yang tidak mampu. Bahkan, jika pun walimurid tak memberikan sumbangan pihaknya tak mempermasalahkan.”Memang hanya ada beberapa walimurid yang keberatan. Kita juga memberikan ruang dispensasi jadi tidak memberatkan,” tukasnya. ( roe).

Bagikan :