Kini kami hadir di Google play store, klik, unduh dan instal

HOME // Daerah // Opini

   Pada: Rabu, 2 Oktober 2019

Membangun Paradigma Ala Demonstrasi

Lihat saja pada acara yang dipublikasikan pada tanggal 26 september 2019 oleh Mata Najwa eps ujian reformasi yang lalu, argumentasi yang dipelintirkan oleh beberapa tokoh elit politik.Disini penulis ingin mengkritik apa yang disampaikan oleh Wakil DPR RI, Bapak H. Fahri Hamzah, S.E. yang dengan gampangya menyudutkan kinerja KPK dengan asumsinya “saya bisa menyelesaikan Korupsi dalam 5 Tahun dengan model konsep ditawarkannya”. Disini penulis ingin memperlihatkan kepada pembaca, bahaya pikiran dan janji-janji membangun demokrasi yang bersih dari KKN dalam satu hari. Tanpa melihat fungsinya sebagai Legislatif.

Kontroversi yang lahir semata-mata berdasarkan kesalahpahaman yang banyak terjadi dalam diskursus pemikiran manusia justru sering kali berawal dari media. Media sangat berjasa dalam pengembangan wacana pemikiran manusia, namun sekaligus media menyumbang peran besar atas terjadinya reduksi-reduksi dan amplifikasi wacana pemikiran manusia.

Ada berapa alasan terhadap pertanyaan ini. Pertama, setiap respondennya selalu mengandaikan jawaban spontan dari respondennya. Menurut saya seseorang yang memang tidak mempunyai kerangka pikir utuh, sudah barang tentu akan gelagapan menjawab kejaran pertanyaannya. Logika yang di bangun akan tampak rancu, alur pemikiran akan kelihatan tumpang-tindih dalam mengasumsikan Argumentasinya.

Menurut Pengamatan penulis, ada pola wacana dan hogomoni berpikir yang di mainkan untuk mengsugesti cara pandang masyrakat dengan sengaja memanfaatkan waktu pada setiap seisi pertanyaan yang dijawab. Secara normatif akan sangat berpengaruh terhadap cara pandang masyrakat dalam mengasumsikan kinerja pemerintahan.

Laman: 12

<< Kembali | Selanjutnya >>








Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI