Wisuda GSI Ternate Penuh Duka

TERNATE – Sebanyak 122 lulusan program komputer profesional 1 tahun angkatan ke-18 tahun akademik 2018-2019 Global Science Institute (GSI) Ternate, Sabtu (28/9) gelar wisuda di Ball Room Muara Hotel Ternate lantai VI, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.

Jumlah yang wisuda tahun 2019 ini lebih banyak dibandingkan di tahun 2017-2018 lalu yang hanya 78 orang.

Hal ini disampaikan oleh Direktur GSI Sitirahia Hi. Umar, saat ditemui oleh awak media mengatakan, Alhamdulillah kuota kelulusan tahun ini sangat berbeda jauh dengan tahun 2018 kemarin. Karena di tahun ini sebanyak 142, hanya saja yang mengikuti wisuda 122 orang. Dan Insya Allah tahun berikut kami akan targetkan 200 lebih, terdiri dari Tehnik Komputer dan Jaringan serta Manejmen Informatika. “ungkapnya.

“Untuk lulusan predikat terbaik hanya satu orang dia dari manajemen informatika, dan bahkan manajemen informatika yang terbanyak untuk tahun ini”.

Disamping kebahagiaan ini kami juga berduka, karena salah satu wisudawati kami yang mau wisuda hari ini “beliau telah mendahului kita (meninggal dunia) pada hari kemarin. Tetapi namanya tetap kami sebutkan tadi, sebenarnya kami juga mengundang orang tua Almarhuma, tapi karena mereka tidak sanggup untuk menghadiri acara. Namun, kami tetap memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada “Almarhuma” atas semangat beliau semasa hidupnya pada saat masih kuliah, walaupun dia telah mendahului kita semua, “ungkap Ibu Direktur dengan bercucuran air mata.

Kami tetap memberikan sertifikat dan Ijazah kepada orang tua “Almarhuma”, ini bentuk bela sungkawa kami. Dan kami akan mengembalikan uang wisudanya kepada orang tua Almarhuma, “ujarnya.

Ia berpesan kebetulan yang meninggal ini ponakan saya sendiri, jadi saya hanya menguatkan hati kepada keluarga “Almarhuma”, agar mengikhlaskan kepergian ananda “Rasmawati M. Rasyid” (22) tahun.

Ia menghimbau paska keluar dari GSI ini, kami selalu memberikan motivasi-motivasi kepada mereka bahwa semangat belajar itu tidak hanya sampai disini kalau boleh melanjutkan studi ke D3, S1 bahkan sampai S2, itupun kalau mereka belum bekerja. Tapi, bagi yang sudah tidak lanjut usahakan untuk mencari kerja secepatnya, “imbaunya

Olehnya itu, semoga para lulusan ini secepatnya mendapat pekerjaan yang mudah, dan lebih diutamakan membuka lapangan pekerjaan untuk masa depan.

Harapan kami pemerintah dapat menengok dan memperhatikan lagi soal LPK-LPK yang lain, karena tanpa kita sadari dari LPK inilah kita dapat menghasilkan generasi-generasi yang punya skiilnya bagus yang langsung dibutuhkan dilapangan, “pungkasnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Global Nusantara Maluku Utara Abdurahman Hi. Umar saat ditemui di ruang kantornya mengatakan, wisuda ini adalah bentuk proses pendidikan mereka disuatu lembaga yakni GSI. Ini juga bentuk promosi kami supaya pasca dari anak-anak ini selesai dari GSI mereka bisa bekerja di berdasarkan keahlian mereka, “ungkapnya.

“sebagaimana sudah disampaikan oleh Ibu Direktur bahwa lulusan kali ini sebanyak 123 berdasarkan data yang ada, cuman karena 1 orang meninggal dunia jadi sisa 122 orang yang mengikuti wisuda pada hari ini”.

Lanjut, Abdurrahman yang meninggal ini pada saat malam pengambilan atribut tak lama almarhuma meninggal.

Terlepas dari hal tersebut Abdurrahman menyampaikan bahwa dengan jumlah wisuda yang cukup banyak ini berarti kepercayaan masyarakat semakin meningkat terhadapa, “katanya

Kebanyakan yang kuliah disini itu dari Halmahera. Saya sering menyampaikan ke mereka bahwa “jangan anda hanya mengharapkan pekerjaan, tapi bagaimana menciptakan lapangan kerja”, pungkas Abdurrahman dengan senyuman.

Harapan saya, semoga kedepan GSI ini semakin baik dan maju agar bisa menghasilkan para alumni yang profesional dalam bidang mereka, “harapnya (Atir)

Bagikan :