40 Guru PAUD di Kota Ternate Ikuti Uji Kompetensi

TERNATE – Sebanyak 40 tenaga pendidik PAUD di Kota Ternate mengikuti Uji Kompetensi PAUD, yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Ternate, Kamis (12/9/2019).

kegiatan yang berlangsung di Surya Pagi hotel, Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara. Adapun kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal Kota Ternate yang menghadirkan dua narasumber, serta delegasi dari masing-masing kepala-kepala sekolah dan guru-guru PAUD se-Kota Ternate.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Faridah A. Syah Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Formal dan Non-Formal (PNFI) saat di temui oleh awak media di selah-selah kegiatan. Peserta dalam kegiatan ini adalah Pendidik PAUD Kota Ternate, yang mau berkomitmen untuk mengikuti Uji Kompetensi, agar dapat mendalami pemahaman yang berkaitan dengan eksistensi pendidik yang sebenarnya.

“Selain itu, ada gedung yang diberikan bantuan dari Kementerian lewat Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, khususnya Kota Ternate. Jadi, bisa dimanfaatkan oleh Kabupaten/Kota yang lain. Gedung itu dipergunakan untuk guru-guru dalam proses uji kompetensinya, “katanya.

Lanjut Farida, kegiatan ini bekerja sama dengan lembaga sertifikasi kompetensi pendidikan PAUD Kementerian Pusat. Jadi, di Kota Ternate baru memulai. “Olehnya itu, gedung tersebut bisa dimanfaatkan dengan mengirimkan 40 guru, sebentar nanti akan di uji kompetensinya, karena kegiatan ini baru pembukaan, belum tahu kapan akan pelaksanaan, “ujarnya.

Farida mengatakan, ia dihubungi mengambil SK di Pusat dan mereka sudah setujui tinggal mengatur teknik pelaksananya dengan 40 kepala sekolah, dan guru-gurunya dikirim. Kemudian pengelola gedung itu sendiri kepala sekolah Paud Telkom karena dia berada di dalam wilayah Telkom karena  memenuhi syarat.

Anggaran yang digunakan yaitu APBD daerah Kota Ternate khususnya di bidang pendidikan non formal dan informal. Lewat kesempatan ini, Farida berharap pemerintah kota maupun pemerintah provinsi maupun kementerian bisa perhatikan nasib guru-guru PAUD yang ada karena mereka sering merasa iri hati mereka tidak dites kemudian mereka juga tidak mendapat tunjangan apa-apa sehingga pelaksanaan tes uji kompetensi ini.

“Pada awal akhir tahun 2019 ini sebagai Kabid  PNFI saya bisa membuktikan kepada publik, kompetensi dari guru Paud dengan penilaian sesuai dengan tes uji kompetensinya untuk 2020 akan diusahakan lebih baik lagi, “pungkasnya. (atir)

Bagikan :