Merasa Dirugikan, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Ternate Gelar Demonstrasi

foto : berlangsungnya demonstrasi. 

TERNATE – Sejumlah Mahasiswa pasca sajana Institut Agama Islam Negri (IAIN) Ternate, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa IAIN Ternate menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus IAIN Ternate, Maluku Utara, selasa (10/9/2019).

Massa aksi menekankan kepada pihak birokrasi kampus agar secepatnya menyelesaikan permasalahan akreditasi yang telah menghambat Mahasiswa pasca sarjana program studi Hukum Keluarga dan program studi Hukum Ekonomi Syariah sehingga telah memasuki tiga tahun berjalan, Mahasiswa strata dua (S.2) angkatan 2016 tidak bisa mengikuti wisudah untuk yang kedua kalinya.

Dalam aksi tersebut massa aksi menuntut, ganti rugi biaya kuliah Mahasiswa paska sarjana sebesar Satu Miliyar (1 M) perorang berdasarkan pasal 93 UU RI Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Dan adili Tim penyusun borang akreditasi program studi.

Koordinator aksi, Adam Basirun, saat dikonfirmasi mengatakan, permasalahan akreditasi bukanlah tanggungjawab seorang Mahasiswa untuk menunggu serta menanti. Karena hal itu tidak masuk dalam SKS mata kuliah di Kampus mana pun yang ada di Negara Indonesia.

“Kewajiban mahasiswa sudah selesai, baik studi maupun administrasi yang ditentukan oleh kampus, bukan menunggu akreditasi lagii,” kesal Adam.

Dirinya menambahkan, ada alasan sehingga prodi-prodi tersebut belum terakreditasi, salah satunya adalah karena ada proses plagiatisasi oleh pihak kampus tentang penyusunan borang yang diajukan paska sarjana IAIN Ternate ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada tahun kemarin, sehingga borang yang diajukan tidak bisa dibuka karena mendapat sanksi tegas dari BAN PT.

“Terkesan pihak kampus IAIN Ternate tidak mau mengambil pusing untuk menyelesaikan persoalan Mahasiswa pasca sarjana yang sudah dua kali menjadi korban. Jika masalah ini tidak diselesaikan juga, maka akan berdampak tidak bisa wisuda untuk yang ketiga kalinya,” tambah Adam.

Dirinya menuturkan, jika pihak kampus tidak mampu menyelesaikan masalah ini maka kedua prodi yakni prodi Hukum Keluarga dan prodi Hukum Ekonomi Syariah di pasca sarjana IAIN Ternate akan di Drop Aut (DO) oleh sistem pada bulan agustus tahun 2020 karena telah memasuki 4 tahun (8 semester) berdasarkan aturan untuk jenjang studi S.2 pada program studi pascasarjana.

“Kami akan ajukan permasalahan ini ke pengadilan tata usaha untuk di proses hukum,” tegas Adam. (ridal)

Bagikan :