Imanullah : Gugu Gia Si Gololi Kie, Pemecah Rekor Dunia

TERNATE – Kegiatan hari ke enam Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) Jumat (6/9/2019), dengan konsep “Gugu Gia Si Gololi Kie” atau “Berpegangan Tangan Mengelilingi Gunung” berjalan dengan lancar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Benteng Front Orange, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Adapun upacara pelaksanaan “Gugu Gia Si Gololi Kie” di mulai dari Kadaton Kesultanan Ternate dan Benteng Front Orange sebagai titik sentralnya.

Dalam pelaksanaan upacara pelepasan “Gugu Gia Si Gololi Kie” dihadiri oleh ratusan masyarakat serta melibatkan seluruh Instansi SKPD se Kota Ternate dan siswa/siswi tingkat SD, SMP/MTs, SMA se Kota Ternate.

Sebagai hal ini disampaikan oleh Koordinator ICCF Imanullah Muhammad kepada sejumlah wartawan termasuk LenteraInspiratif mengatakan, dengan konsep awal ‘Coho Gia Kololi Kie’ kemudian dirubah dengan Gugu Gie Si Gololi, karena memang menurut kajian kawan-kawan di samping ada hubungan dengan ritual kesultanan.

‘Tapi sesungguhnya, kata dia, dalam pandangan panitia ICCF sendiri hanya bahasa Ternate digunakan yang artinya bergandengan tangan keliling Ternate, ” Kami tidak bermaksud lebih, ” ini hanya merupakan kegiatan murni dan bentuk salah satu kreatifitas pemuda Ternate dan tidak ada ritual sama sekali di dalamnya, ” pintanya.

Kenapa harus menggunakan bahasa Ternate, karena kita tahu persis bahwa dari semua item ICCF yang menggunakan bahasa Ternate itu hanya berpegangan tangan dan keliling Ternate, oleh karena itu pertemuan terakhir disepakati diganti dengan Gugu Gie Si Gololi.

Insya Allah selesai ini akan di rencanakan pertemuan bersama untuk menghentikan perbedaan ini.

Namun, lanjut dia, dipikir-pikir perbedaan ini merupakan rahmat untuk diraut kembali untuk bagaimana membicarakan kota Ternate kedepannya lebih baik lagi.

Dan juga, ini bukan merupakan rekor muri Indonesia tapi ini adalah rekor muri dunia, di negara manapun belum perna melakukan kegiatan seperti ini.

Oleh karena itu, ini merupakan sebuah kebanggaan untuk kita, ” kegiatan sangat spektakuler dari kegiatan-kegiatan yang lainnya, ” ujar.

Dia menambahkan, target yang kami pikirkan dalam kegiatan ini, tapi pada saat berlangsung Alhamdulillah lebih dari target, dari jumalh 42 ribu orang yang kami minta, tapi pada saat pelaksanaan tadi melebihi dari target  target, tapi jumlah total semuanya kami belum pastikan.

Kita harus menjaga kebersamaan ini dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin kuat, ini bukan semata-mata  hanya kegiatan seremonial, tapi kegiatan ini merupakan tanggung jawab moral selaku anak Negeri.

Mari kita kembangkan dan majukan kota Ternate ini kedepannya lebih baik lagi, ” dan ini bukan akhir dari kebersamaan akan tetapi ini merupakan awal dari kebersamaan kita sebagai anak kreatif dan anak NKRI, ” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Ternate Burhan Abdurrahman mengatakan ini baru pertama kali terjadi di dunia, dan memperoleh rekor muri tingkat dunia. karena kegiatan bergandeng tangan mengelilingi satu pulau atau satu kota ini sangat luar biasa,
Dengan mendesainnya dan mampu mengerakan dalam kurun waktu 7 menit secara bersama,”Ungkapnya

Dan filosofi dari kegiatan ini adalah walaupun berbeda agama, budaya, pendidikan, tapi latar belakang kita adalah satu dalam merajuk kebersamaan untuk Kota Ternate dan NKRI”,katanya

Lanjut, Burhan bahwa ini adalah rangkaian kegiatan ICCF Kota kreatif, dan kegiatan ini tidak berhenti disini saja. Semua yang dilakukam dari tanggal 2-7 September banyak hal yang didapat, karena yang datang memberikan stegmen atau ucapan itu banyak dari tokoh-tokoh nasional di antaranya Gubernur Jawa Barat, Gubernur Riau, Gubernur Banyuwangi, Bupati Kabupaten Padang dan beberapa tokoh yang lain dan 15 Kepala Daerah yang datang dalam menyaksikan kegiatan ini”, terangnya

Burhan menambahkan Apa yang mereka sampaikan itu sudah mereka lakukan di daerah mereka masing-masing. Ini model diskusi yang yang baik, dan saya itu akan ditindak lanjuti kedepan”, pungkasnya

Menurutnya juga kita ini harus punya kreatifitas terutama bagi generasi muda, yang seharusnya sebagai garda depan dalam melastarikan budaya kreatifitas tersebut. Dan kita harus berkembang dan lebih maju, baik itu dari sisi mental dan pengetahuan agar bisa dikembangkan.

“Kami berharap semoga kreatifitas anak muda lebih dikembangkan lagi kedepan”, harapannya (atir).

Bagikan :