Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Gelar Festival

TERNATE – Festival Musikalisasi Puisi Bagi Siswa/Sederajat Tingkat Provinsi Maluku Utara dengan bertajuk “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing”, Sabtu (7/9/2019)

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Maluku Utara, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Ball Room Aula Safir Emerald lantai 3 kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari yakni pada tanggal 7-8 Agustus 2019.

Sebagainana hal ini disampaikan oleh Syarifuddin Kepala Kantor Bahasa Maluku Utara kepada awak media mengatakan kegiatan ini melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bagian dari perpanjangan tangan di badan tersebut itu bukan saja terfokus pada musikalisasi saja”, katanya

“kami ada 103 kegiatan. Dari 103 kegiatan itu di payungi beberapa beberapa program besar yang dinamakan dengan pengembangan. Pengembangan itu bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas mereka, substansi dari kegiatan merupakan program kami”.

Syarifuddin menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kualitas dari pengembangan bahasa dan kualitas sastra dari pengajaran tersebut. Selain itu, salah satu program dibawah badan ini adalah pengembangan bahasa di kalangan siswa. Bukan hanya sebatas musikalisasi saja, akan tetapi ini lebih fokus pada pengembangan pengetahuan serta pengembangan bahasa sastra”,terangnya

Menurutnya juga bahwa sastra itu masuk dalam program pembinaan, disamping itu juga ada program bahasa sastra dan diplomasi kebahasaan, kami juga bekerjasama dengan salah satu pihak yakni pemerintah daerah, sastrawan dan ahli bahasa.

Langkah yang kami lakukan ini merupakan satu bentuk pembinaan sastra bahasa yang ada di Maluku Utara. Dari 103 kegiatan tersebut yang kami fokus salah satunya adalah musikalisasi, serta kami libatkan sekitar 10 sekolah yang ada di Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate, sebab anggaran terbatas, untuk itu kami hanya fokus di dua kota saja, kecuali kalau pihak sekolah memiliki anggaran untuk membiayai transportasinya”, Pungkasnya

Harapan kami semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pengembangan sastra bahasa dan musikalisasi pada diri siswa/siswi di Maluku Utara, harapnya (atir)

Bagikan :