Pertahankan Kearifan Lokal, Pemkab Jombang Gelar Tari Kolosal Topeng Klono Sewu

foto : para siawa saat tunjukkan tarian topeng klono sewu.

JOMBANG – Kesenian tari tradisional merupakan salah satu ciri dari suatu daerah, yang dikenal sebagai sesuatu yang khas dari budaya Indonesia, sehingga upaya pelestariannya menjadi sebuah keharusan agar tidak mengalami kepunahan. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar acara tari kolosal topeng klono sewu, yang berada di alun-alun Jombang, Jumat (6/9/2019).

Tari topeng klono sewu merupakan tarian khas daerah Kabupaten Jombang, yang berasal dari Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben. Selain itu, tarian topeng klono sewu merupakan tarian satu-satunya yang ada di Kabupaten Jombang. Bahkan, tarian ini pada tahun 2018 lalu, sudah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan sebagai warisan budaya tak benda.

“Sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dan tarian topeng klono sewu adalah tarian yang satu-satunya kita miliki (Jombang, red), “tutur Bupati Jombang, Mundjidah Wahab.

Selain itu, menurut Mundjidah, pada pagelaran acara tari kolosal topeng klono sewu yang diikuti oleh 1000 orang peserta dari siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), dengan tujuan agar masyarakat mampu mempertahankan kearifan budaya lokal yang dimilikinya.

“Agar masyarakatnya budaya lokalnya tidak punah. Karena ini ciri khas budaya Jombang, jelasnya.

Masih kata Mundjidah, digelarnya acara tari kolosal topeng klono sewu yang ditunjukkan oleh siswa-siswi Jombang ini, agar para generasi muda bisa mempertahankan budaya yang dimilikinya. Selain itu, agar generasi muda cinta pada budaya yang telah dimilikinya.

“Kita mengajak para siswa agar bisa menjaga kearifan lokal. Dan agar cagar budaya tak benda ini bisa tetap terjaga dan dipertahankan, “pungkasnya. (dit)

Bagikan :