Aliansi Peduli Kiki Kumala Tuntut Pelaku Dihukum Mati

foto : berlangsungnya aksi.

TERNATE – Sejumlah Mahasiswa yang tegabung dalam Aliansi Peduli Kiki Kumala menggelar demonstrasi menuntut Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Kiki Kumala dihukum mati. Dalam aksi tersebut massa aksi membawakan spanduk bertuliskan ‘Hukuman Mati Pelaku Pembunuhan Kiki Kumala’.

Dalam pantauan lenterainspiratif.com aksi yang berlansung sekitar pukul 12.00 WIT ini, dilakukan di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara, dan dilanjutkan di depan gedung Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, dengan jumlah massa aksi sekitar 150 orang, rabu (4/9/2019).

Dalam aksi tersebut, massa aksi menuntut dan mendesak penyidik agar meminta keterangan saksi yang sudah dihadirkan oleh pihak korban, massa aksi juga mengecam ketidakterbukaan penyidik atas hasil autopsi, serta menuntut kejati menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku.

Kordinator lapangan, Maruf Majid saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya kecewa dengan penyidik ditreskrimum polda maluku utara yang telah menyerahkan berkas BAP
kepada kejaksaan tinggi maluku utara, namun dikembalikan ulang oleh kejati lantaran dianggap belum sempurna alias belum lengkap.

“Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, maka Kami dari Aliansi Peduli Kiki Kumala beserta Keluarga Tahane Maluku Utara akan memboikot seluruh aktifitas yang ada di Maluku Utara,” tegas pria yang biasa disapa Maruf.

Sementara itu, Wadir Krimum Polda Malut AKBP. Agus Yulianto,S.Ik saat hering dengan massa aksi mengatakan, berkas perkara memang sangat jarang yang lansung diterima oleh jaksa, pasti ada proses, karena itu harus ada yang ditambahkan jika masih ada kekurangan.

“Saat ini sudah dalam proses pelengkapi berkas, in sha allah sore ini berkas akan dikirim kembali ke kejaksaan,” katanya.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Apris R. Ligua, saat hering dengan massa aksi, juga mengakui bahwa memang masih belum lengkap berkas-berkas yang diberikan oleh Reskrimum Polda Maluku Utara kepada Kejati.

“Sudah diberikan petunjuk oleh Jaksa antara lain seperti misalnya DNA yang belum ada. Ini juga harus dimasukkan untuk kesempurnaan berkas. Ini sifatnya kordinasi saja, tapi bukan berarti menggagalkan sebuah kasus,” akunya.

Apris menambahkan, pihaknya betul-betul konsentrasi dan sangat memberikan perhatian penuh dalam menangani kasus ini secara profesional.

“Kami akan terus berkordinasi dengan Penyidik. Ini masih forum kordinasi antara pihak Jaksa dan pihak Polisi, dalam hal ini penyidik Polda Maluku Utara,” ujar Apris. (ridal/atir)

Bagikan :