Kepsek SDN 45 Halsel Dianggap Lalai Dalam Menjalankan Tugasnya

HALSEL – Kepela Sekolah (Kepsek)Sekolah Dasar (SD) Negari 45 Halsel Muhamad Husen di anggap lalai dalam tugas hal ini disampaikan Muntahar Ahmad awak media bahwa, kepsek tersebut memberikan Ijasah Kosong kepada Siswa maupun siswi Lulusan Tahun 2019, mirisnya siswa-siswi yang telah melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) maupun Ujian Nasional (UN) dan sudah dinyatakan lulus ini tidak memiliki Nilai Ujian.

“Disaat Orang Tua Murid Datang ambe itu ijasah, Kepala Sekolah kase blangko kosong” tandas pria yang tidak mau namanya dipublis.

Selain itu, masyarakat Desa Toin Kec. Botang Lomang di waktu pergantian Kepala Sekolah oleh Dispendik Halsel yang tunjuk Muhammad Husain menjadi Kepala Sekolah, karena pada saat itu, Masyarakat tidak menginginkan keberadaan Muhammad sekaligus menolak keputusan Dispendik tersebut.

“Kita tidak bisa menerima Muhamat karena masyarakat trauma dengan perbuatan yang bersangkutan menyangkut kepribadian selama menjalankan tugasnya sebagai Pendidik, olehnya itu pada saat pergantian kepsek, “kita menolak dan tidak menerima keputasan itu, “Jelas Muntahar Ahmad Ketua Komite SD-N 45 kepada wartawan Selasa, (03/09/19)

Lanjut Muntahar, bahwa dirinya sudah melakukan tindakan penolakan terhadap Muhammad ke dinas pendidikan dengan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dispendik) Halsel dan disana direspon baik, bahkan dijanjikan setelah pelaksanaan ujian, April 2019 lalu, Muhammad akan diganti.

“Hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari dinas pendidikan yang secara tidak langsung kami merasa dibohongi. terlebih lagi Muhamat tidak pernah menginjakkan kaki ke sekolah selama penolakan itu, hingga saat ini. anehnya dia masih tetap mencairkan dana bos, “tandasnya.

Terpisah, Sekertaris Dinas Pendidikan Umar Iskandar Alam mengatakan bahwa bersama dua orang kaur Muhammad datang kesini, kaitan dengan persoalan Ijasah yang diberikannya kepada orang tua siswa benar tidak atau belum ditulis, itu karena guru bawahannya yang selalu buat onar ketika dimintai data rincian ujian sekolah sementara nilai ujian nasional masih ada disini belum diambilnya.

“Tapi bagaimanapun bentuknya tindakan Muhammad itu salah, karena menyerahkan blanko kosong. sekarang Nilainya sudah diberikan dan saya perintahkan dalam waktu satu minggu Ijasah itu sudah harus selesai ditulis ” tuturnya saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya.

Lanjut Umar, menyangkut ketidakhadiran Kepala Sekolah sampai selama itu, ini simpangsiur karena menurut masyarakat dia tidak menjalankan tugas.

“Sementara aparat desa mengatakan bersangkutan berada di desa karena dia tinggal disana dan punya rumah sangat tidak logis jika tidak menjalankan tugas jangan sampai ini hanya dipolitisasi saja, “tegasnya. (adhy)

Bagikan :