Ini Cerita Dosen Universitas Khairun Pukul Mahasiswanya

Foto : saat terjadinya kericuhan di salah satu halaman kampus unkhair

Ternate- Oknum Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate bertindak anarkis terhadap salah satu Mahasiswa, Jumat (23/8).

JW salah satu mahasiswa Program Studi PKN Semester lima menjelaskan bahwa Insiden tersebut berawal dari pertemuan para senior dan junior (Mahasiswa Baru) yang di gelar di sekertariat kampus dalam rangka memberikan dedikasi kepada mahasiswa baru. tak lama kemudian oknum Dosen mendatangi tempat pertemuan lalu kemudian membubarkan rapat tersebut.

” bermula ketika saya bersama dengan teman-teman senioritas lainnya mengarahkan adik-adik mahasiswa baru ke gedung sekretariat untuk di berikan bimbingan atau pelatihan,”katanya

Foto : saat mahasiswa di tarik oleh salah satu dosen

“Dan memberikan pengetahuan serta menyanyikan lagu mars PKN”

Lanjut-JW “tak lama kemudian oknum dosen tersebut masuk ke ruangan dan bertanya “kalian buat apa disini?? Dan saya pun menjawab “kami memberikan pelatihan kepada adik-adik Mahasiswa Baru Pak”. Dan setelah itu, dosen pun langsung membubarkan pertemuan kami dengan nada suara yang keras”, terangnya

Setelah itu, saya pun keluar dengan menundukan kepala, karena saya menghargai dosen tersebut. Tetapi, disaat saya keluar dosen pun langsung memukul bahu saya, lalu saya menahan pukulan itu, dan tangan dosen itu kena di pipi kanan saya”tuturnya

Hal senada disampaikan oleh Ketua BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Keguruan Julfikar Iskandar, terkait dengan adanya pemukulan yang di lakukan oleh salah satu dosen terhadap salah satu mahasiswa sudah barang tentu sangatlah mengecewakan bagi kami, karena sebagai dosen tidak sepantasnya melakukan tindakan seperti itu, ungkapnya

” Kan sudah ada aturan dalam undang-undang guru dan dosen, bahkan sudah di atur dalam kode etik dosen juga”,

Meskipun kasus pemukulan ini tidak terlalu parah namun hal ini tidak bisa di biarkan, sebab kalau hal ini di biarkan begitu saja khawatirnya akan menjadi semacam tradisi di mana kalau ada kasus yang kemudian terjadi lagi tentunya hal ini akan dibiarkan saja oleh lembaga dan tidak ditindak lanjuti sampai ke ranah hukum, ujarnya (atir)

Bagikan :