HUT RI Ke-74, FPDB Lakukan Pengibaran Bendera Di Gunung Gamalama

TERNATE – Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia Ke-74, Forum Pemuda Dufa-Dufa Bergerak (FPDB) Kota Ternate, melakukan upacara pengibaran bendera diatas puncak gunung gamala bersama 15 team ekspedisi Free Kie dan dua anggota TNI Angkatan Darat, Sabtu (17/8/2019)

Perayaan hari kemerdekaan ke-74 ini, FPDB melakukan beberapa item kegiatan di puncak Gunung Gamala di antaranya, ziarah kubur, pengibaran bendera dan babari (membersihkan seluruh sampah yang ada di puncak, red).

Sebagaimana yang disampaikan oleh Hasrul Hi. Kahar ketua Panitia FPDB mengatakan, ekspedisi free kie gamalama, bukan hanya sekedar berhibur atau refresing di atas puncak, akan tetapi ekspedisi free kie Gamala bagian dari satu bentuk kegiatan yang sudah menjadi program kami di FPDB, kegiatan yang kami lakukan adalah pembersihan seluruh sampah yang ada di puncak gunung gamala.

“Sejauh yang kami perhatikan, disaat warga melakukan pendakian ke puncak, banyak sekali sampah yang mereka biarkan begitu saja, dalam artian tidak terlalu mengurusi sampah, sehingga sampah tersebut mengalami kebusukan dan pada akhirnya bisa menimbulkan penyakit yang berbahaya, “ungkapnya.

Hasrul menambahkan, FPDB sendiri membentuk tiga team dalam pendakian, diantaranya, tim survey, tim pendataan, dan tim evakuas.

“Semuanya ada 15 kelompok yg masing-masingnya dengan beda dalam kuota anggota. Total yang terdata dalam Panitia ekspedisi ini berjumlah 150 orang, di antaranya MIPA IAIN Ternate, Mc PAL, KODIM, KSR PMI unit 2 IAIN Ternate, Dan anggota kelompok yang lainnya, “terangnya.

Lanjut Uston, sapaan akrab, Hasrul Hi. Kahar, dari Polres Ternate juga membantu kami dalam bentuk kendaraan angkutan berupa truk. Kemudian ada lagi dari dinas kebersihan juga hadir sebagai tim yang nantinya ketika sampah sudah kami turunkan dari gunung sampai di Kelurahan Moya, maka mobil sampah langsung menjemput tersebut dan buang di tempatnya.

“Kepada seluruh warga masyarakat Kota Ternate, jika melakukan pendakian kiranya bisa menjaga kebersihan yang baik. Dan jangan hanya membiarkan sampah begitu saja, karena alam moloku kie raha butuh di jaga dan di rawat oleh masyarakat pribumi sendiri, bukan yang lain, “tutupnya. (atir)

Bagikan :