Atasi Sesak Nafas Dengan Konsumsi Jahe

MOJOKERTO – Bisa jadi selama ini manfaat jahe kurang dilirik oleh penderita asma. Padahal jahe memiliki manfaat yang besar bagi mereka yang mengidap gangguan pernapasan ini. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Zingiber officinale ini, kini bisa dikonsumsi dalam bentuk jahe segar, jahe kering, awetan jahe, jahe bubuk, minyak jahe hingaa oleoresin jahe.

Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu jahe gajah, jahe kuning dan jahe merah. Namun secara umum, setiap jenis jahe memiliki dampak yang baik bagi kesehatan tubuh.

Manfaat konsumsi jahe secara rutin

Jahe dianggap aman dan tidak akan menimbulkan efek samping yang signifikan jika dikonsumsi dalam kadar batas normal. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain adalah kembung, mual dan naiknya asam lambung.

Tidak hanya di Indonesia, konsumsi jahe juga sangat digemari hingga ke tingkat internasional karena efeknya yang begitu baik bagi kesehatan, tidak terkecuali bagi penderita asma.

Orang dengan riwayat asma pasti kerap mengalami batuk, bersin dan sesak napas, terlebih ketika sedang mengalami serangan asma akut.

Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan mengenai manfaat jahe bagi penderita asma, konsumsi jahe dipercaya dapat menurunkan gejala yang sering dikeluhkan oleh penderita asma dengan cara kerja sebagai berikut:

1. Menurunkan reaksi alergi

Meskipun cara kerja jahe bagi kesehatan penderita asma masih belum diketahui dengan jelas, namun jahe dapat membantu menurunkan reaksi alergi dengan menurunkan kadar Imunoglobulin E (IgE) dalam tubuh penderita asma.

2. Menurunkan proses peradangan

Ketika seseorang mengalami serangan asma, sel-sel radang dalam tubuh akan bekerja untuk mendukung proses reaksi alergi yang terjadi. Rangkaian ini dipercaya dapat dihambat dengan kandungan anti radang dari jahe yang dikonsumsi.

3. Melepaskan antioksidan dalam tubuh

Selain berbagai manfaat di atas, kandungan antioksidan dalam jahe juga dipercaya dapat menurunkan risiko angka kekambuhan bagi penderita asma.

4. Merelaksasi otot pernapasan

Konsumsi jahe dapat melegakan otot pernapasan dengan relaksasi bronkus pada paru-paru. Hal yang sama juga disampaikan pada salah satu jurnal yang diterbitkan oleh American Journal of Respiratory Cell and Molecular Biology. Dikatakan bahwa jahe dapat membantu menurunkan reaksi peradangan atau inflamasi pada saluran pernapasan yang sering dijumpai pada penderita asma ketika serangan akut terjadi.

Amankah dikombinasikan dengan obat dokter?

Penderita asma pada umumnya memiliki obat rutin yang haru dikonsumsi setiap hari sesuai dengan saran dokter. Meskipun jahe dianggap memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh, termasuk bagi penderita asma, namun penelitian medis mengenai kombinasi konsumsi jahe dengan obat dokter masih belum begitu banyak.

Namun, jika ingin mengonsumsi jahe sebagai salah satu terapi pendukung pengobatan asma selain obat dokter, sebaiknya tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani.

Hingga kini masih belum ada penelitian uji klinis yang mendasari tindakan untuk kombinasi jahe dengan obat dokter. Meskipun begitu banyak khasiat jahe yang telah diketahui, tetap harus melalui uji klinis untuk menjadikan jahe sebagai salah satu terapi untuk asma.

Selain itu, efek samping maupun interaksi jahe dengan obat yang dikonsumsi oleh penderita asma juga harus menjadi pertimbangan.

Meskipun manfaat jahe bagi penderita asma cukup banyak, tapi sebaiknya tetap lakukan terapi sesuai dengan petunjuk dokter, serta hindari berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya serangan asma, dibantu dengan konsumsi obat rutin yang disarankan oleh dokter. Bila Anda ingin mengonsumsi jahe boleh-boleh saja, tapi jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. (tim)

Bagikan :