Banyak Pelanggaran PT. Aice Ice Cream Jatim Industri Di Laporkan Ke Kejaksaan

foto:Ary Koernianto saat menuju ruang petugas kejaksaan Mojokerto.

MOJOKERTO — Aktivis dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) yang sebelumnya hanya mengatakan akan melaporkan PT. Aice Ice Cream Jatim Industri yang berada di kawasan ngoro terkait dengan adanya dugaan mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) dan sejumlah pelanggaran lainya bukan hanya gertak sambal, namun saat ini melaporkan perusahaan tersebut ke aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto.

Ketua Wilayah FNPBI, Ary Koernianto mengatakan Rabu (30/1/2019) banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh PT Aice sangat merugikan buruh. Tak hanya itu, perusahaan juga melanggar UU ketenagakerjaan dengan memperjakan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang diduga tak memiliki dokumen resmi.”Langkah ini puncak dari kekesalan kita, bahwa ada perusahaan yang melanggar peraturan,”‘ katanya di Kantor Kejari Mojokerto.

Masih kata  Ary keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diduga ilegal di PT. Aice ice cream Jatim Industri berjumlah puluhan. Bahkan, mereka dipekerjakan sebagai tenaga serabut bahkan kuli.”Kita mendapat informasi jika mereka (TKA) menggunakan visa kunjungan tapi faktanya mereka bekerja. Untuk itu kita mendesak Kejari Mojokerto segera turun” ungkapnya.

Dalam laporan yang masuk ke Kejari Mojokerto itu, FNPBI melaporkan telah terjadi pelanggaran UU no 13 tahun 2003 pasal 42 sampai pasal 49 tentang tenaga kerja asing, selain itu yang dilakukan PT. Aice juga melanggar keputusan mentri tenaga kerja ddan transmigrasi no 40 tahun 2012. Dalam surat laporannya, tertulis tembusan ke Kementrian Tenaga Kerja dan Kejaksaan Jawa Timur.

 

Sebelumnya FNPBI mendesak kepada tim PORA segera turun melakukan pemeriksaan dokumen dan perijinan.”Jika terbukti harus segera ada tindakan bisa deportasi untuk TKA dan sanksi untuk perusahaannya,” tegasnya.

Sorotan yang sama juga dilontarkan dari aktivis Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (PPBI), Estin Sriwahyuni. Dalam laporan yang masuk terkait TKA di perusahaan pemilik merk es krim Aice ini. Sejumlah TKA ditempatkan dibagian yang seharusnya tidak boleh diduduki oleh TKA. Ada sebagian mereka bahkan menjadi tenga serabutan.”Ada laporan yang masuk jika TKA dari Cina itu ditempatkan di bagian yang tidak boleh seperti kepala sampah,” urainya.

Menurutnya sesuai UU ketenagakerjaan, ada sejumlah posisi yang tidak diperbolehkan diduduki TKA. Posisi itu seperti tenaga serabutan dan tenaga produksi.”Bahkan paling rendah jabatan TKA yang berasal dari Cina menjadi kepala pembuangan sampah. Ini jelas melanggar aturan,” jelasnya.

Sebelumnya FNPBI juga menemukan fakta sekitar 20 TKA dipekerjakan sebagai kuli dalam proses pembangunan pabrik.  (Roe)

Bagikan :