Memerangi Korupsi Untuk Menyelamatkan Hari Ini Dan Masa Depan

Foto : Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Irawan Satrio Leksono

Jakarta-  “Kita harus berperang melawan korupsi. Ketegasan dan kesungguhan kita berperang melawan korupsi akan menyelamatkan kehidupan kita dan juga kehidupan generasi penerus kita. Perang melawan korupsi adalah perang untuk memenangkan peradaban di muka bumi”

Pernyataan itu disampaikan Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Irawan Satrio Leksono menyikapi Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember.

Irawan menegaskan, korupsi adalah musuh seluruh negara di dunia. Tidak satu pun negara di dunia ini yang tidak bisa dihancurkan melalui korupsi yang dilakukan penyelenggara negara dan masyarakatnya. Karena itu Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia sejak ditetapkan pada tanggal 9 Desember 2003.

“Setidaknya ada 68 persen negara di seluruh dunia ini yang mengalami persoalan serius dengan korupsi. Dan memang tidak ada satu pun negara di dunia ini yang terbebas dari persoalan korupsi,” ujar Irawan kepada wartawan Lenterainspiratif.com,yang menemuinya di ruang kerjanya, Kantor Pusat Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Minggu (09/12/2018).

Korupsi memang menghancurkan sendi-sendi sebuah bangsa hingga tak mampu lagi berdiri. Angka nyaris 70 persen negara di dunia ini yang menghadapi persoalan serius dengan korupsi menunjukkan bahwa korupsi memang kejahatan yang bisa menghancurkan peradaban di bumi ini.

“Karena pada dasarnya korupsi itu dilakukan mereka yang diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk membawa negara ini menuju kesejahteraan. Keuangan negara yang harusnya digunakan untuk menyejahterakan rakyat menjadi milik pribadi orang-orang yang punya kewenangan mengelolanya. Kesejahteraan yang tadinya untuk rakyat berubah menjadi kesejahteraan berlebih-lebihan bagi pribadi dan kelompoknya. Ini yang membuat korupsi menghancurkan peradaban sebuah bangsa,” Irawan menguraikan.

Irawan menegaskan, perang melawan korupsi juga harus dilakukan sejak dini. Anak-anak kita harus mulai diajarkan betapa jahatnya korupsi. Anak-anak kita juga harus diajarkan bahwa perbuatan menginginkan apalagi sampai berusaha memiliki benda atau harta milik orang lain adalah perbuatan yang jahat. Kita harus mendidik anak-anak kita untuk merasa malu jika sampai menginginkan apalagi berusaha memiliki harta-benda milik orang lain.

“Anak-anak kita juga harus kita ajarkan untuk berani menjawab dengan jujur atas semua pertanyaan. Berani pula untuk bertindak jujur tanpa harus diawasi. Anak-anak kita harus paham bahwa semua yang dilakukannya tak lepas dari pengamatan Allah SWT. Sehingga ia semakin dekat dengan Pencipta dan semakin baik pula moralnya,” Irawan mengingatkan.

Kereligiusan seseorang, kata Irawan, pada akhirnya memang menjadi benteng terkuat untuk menghindari korupsi. Keyakinan utuh pada Allah yang Mahakuasa membuat seseorang menyadari bahwa tugasnya di muka bumi ini adalah berbuat yang terbaik bagi sesamanya; bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Karenanya keyakinan pada Allah SWT dan pendidikan moral harus diajarkan kepada anak sedini mungkin.

“Korupsi menghancurkan peradaban hari ini dan masa depan. Korupsi mengancam generasi penerus kita. Perang melawan korupsi adalah perang abadi hingga akhir zaman. Sebab korupsi lahir dari hati yang tidak pernah merasa puas terhadap apa yang dimiliki. Korupsi lahir karena nafsu yang kebablasan. Dan tidak ada satu pun manusia yang tidak memiliki nafsu. Perang melawan korupsi, pada akhirnya, adalah perang melawan nafsu manusia yang tak pernah puas,” Irawan mengakhiri pernyataannya. (tim)

Bagikan :