Kini kami hadir di Google play store, klik, unduh dan instal

HOME // Budaya // Wisata

   Pada: Sabtu, 15 September 2018

Petilasan Prabu Hayam Wuruk Tidak Dianggap Situs Purbakala

Foto : petilasan prabu hayam wuruk ( reco banteng)

Mojokerto – Petilsan Prabu Hayam Wuruk dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat peristirahatan Prabu Hayam Wuruk, orang-orang di sekitar tempat ini biasanya menyebut dengan Reco Banteng (Arca Banteng). Tempatnya di Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Namun, menurut Sutrisno selaku juru kunci,  Tempat ini tidak dianggap sebagai situs purbakala oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

 

Akhirnya Reco Banteng dikelola oleh Pemerintah Desa Panggih, yang bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DISPORA) Kabupaten Mojokerto.

”Reco Banteng tidak dianggap sebagai situs purbakala karena tidak layak, dan yang menilai layak tidaknya sebagai cagar budaya itu Bupati, kemudian dibawa ke Provinsi dan Nasional, tinggal nanti kita lihat hasilnya seperti apa,” kata Anang, Humas BPCB.

Anang menjelaskan, bahwa permasalahan Reco Banteng sama seperti makam Siti Inggil, situsnya sudah tercemar oleh warga, karena melakukan perubahan atau renovasi tanpa berkordinasi dengan pihak BPCB, akhirnya situs itu sudah tidak ada ciri keasliannya dan ciri otentisnya sudah hilang.

 

”Coba berkordinasi dengan kami, pasti kami berikan masukan, bangunan apa yang ada di situ, materialnya apa, dan bagaimana bangunanya, supaya kekunoannya masih tampak. Lah, itu bangunnya kan sudah modern (Reco Banteng-red), ada keramiknya,” tegas Anang.

Laman: 12

<< Kembali | Selanjutnya >>








Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI