Pulau Morotai Dalam Kaca Mata Geopolitik

foto : ilustrasi pulau morotai

Penulis : Faisal Habeba, Kader PC PMII Ternate, Maluku Utara

Morotai terletak di pulau terdepan indonesia yang wilayanya sangat strategis yang ada di asia pasifik. Dan morotai di lihat dalam historis terjadinya perebutan pangkalan militer oleh sekutu amerika serikat atau (AS) yang telah diduduki oleh tentara jepang atau yang kita kenal dengan perang dunia kedua pada tahun 1939 silam. Yang pada akhinya, pulau morotai di rebut oleh sekutu Yang di pimpin langsung oleh ARTHUR. Dalam cara pandang  Jepang memandang geopolik Indonesia untuk menguasai pulau morotai bukan sekedar untuk tujuan ekonomi perdangan , melainkan untuk menguasai  Geopolitik Indonesia. Dan juga seharusnya bangsa ini mengantisipasi pengaruh cina yang semakin kuat kekawasan asia pasik dan asia tenggara. Selain itu, mengingat pengalaman buruknya semasa perang dunia II  dalam jangka panjang untuk menantisipasi jika kelak Amerika Serikat dengan Inggris kembali menjadi musuhnya seperti meletusnya perang asia timur semasa perang dunia II. Dalam pertimbangan geopolitk jepang menguasai pulau morotai ,berarti menguasai mata rantai mulai dari Manado, Gorontalo, Poso, Kendari, Flores, Nusa Tenggara Timur. Hal ini berarti menguasai Samudra Pasifik, dan dengan untuk menguasai Pulau Morotai berarti Jepang akan mengawal  Filipina, Taiwan, Shanghai di Cina Selatan.
Dalam perhitungan Militer Admiral Nakamura, seorang perwira tinggi jepang yang di percayakan memimpin operasi militer menaklukan kawasan selatan atau asia tenggara ini. Mundur dari sumatra berarti lepaslah Indonesia yang waktu itu masi bernama Hindia Belanda.
Dari deskriptif diatas bahwa ternyata pulau morotai sangat seksi di perebutkan oleh negara negara  Adikuasa seperti Amerika Serikat dsb. Dan anehnya lagi, Pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla membangun kerja sama antara Indonesia dengan Jepang melalui bidang Kemaritiman yaitu Luhut Pajahitan dan bidang Perikanan dan Kelautan yakni Susi Puji Astuti. Dalam pembahasan tersebut mengasilkan pengadaian pulau morotai tersebut ,kerja sama antara negara in kita kenal dengan sebutan Indonesia – Jepang Maritim Forum ( IJMF).
Karna saat ini adalah pergeseran geopolitik asia ke asia pasifik dan lumbungnya adalah morotai. Didalam  realitas membuktikan bahwa morotai hari ini telah di masuki oleh beberapa investasi di antara lain adalah PT Jabebeka di Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. Selain itu juga pulau morotai menjadi tuan rumah dari ajang Internasional yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang tentunya agenda tersebut pastinya akan berefek kepada kesejahtraan rakyat morotai di bidang Ekonomi, Pendidikan, Budaya dst.
Ironisnya lagi,  Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai seakan menutup telinga atas kehadiran agenda besar tersebut. Karena sudah jelas akan terjadi pasar bebas di lintas asia pasifik dan tentunya masyarakat lokal tidak mampu bersaing. Sehingga yang terjadi adalah perampasan ruang hidup yang di lakukan oleh kaum elit lokal dan akomodir oleh kekuatan ekonomi global.
Karena pulau morotai secara geografis terletak di dua benua yang dikelilingi pulau dan lautan. Semestinya negara sudah secepatnya mengantisipasi atau memperkuat alusista pertahanan di bidang kemaritiman karena Pulau Morotai berbatsaan langsung dengan negara tetangga seperti Filipina, Australia, Laos dan Kamboja. Dan jikalau pun ini tidak secepatnya di antisipsi maka yang terjadi adalah perampasan kekayaan sumber daya alam di laut maupun d darat. Karena Mototai juga mengandung energi tersimpan bahan urbanium yang bisa dijadikan senjata ampuh yang akan bisa menghancurkan negara negara yang di musuhinya. Dan hari ini semua negara memandang indonesia dengan kaca mata geopolitik masing masing, contoh misalnya Belanda dengan geopolitik nya menguasai sumatra maka akan menguasai Indonesia. Sedangkan geopolitik Jepang memandang barang siapa menguasai Pulau Morotai maka dia akan menguasai Indonesia karena berada ditempat strategis yang berada di Samudera Pasifik.
Selain dari itu, isue goepolitik yang berkembang, ada siasat lain dari negara negara yang ingin mengadu domba di antara masyarakat pribumi. Sehingga jika masyarakat pribumi sudah diadu domba, maka ketidakpercayaan antar masyarakat akan terjadi. Dan akan semakin mudah negara lain masuk dan menguasai Pulau Morotai.”pungkasnya (sal) 
Editor : Didit Siswantoro

Bagikan :