Nantikan aplikasi kami di Google Play Store

HOME // Daerah // Wisata

   Pada: Senin, 18 Mei 2020

Karena Covid 19 Renovasi Pemandaian Sekarsari Terancam Tertunda

foto : pemandaian sekarsari yang sempat di bongkar (kiri) dan rencana model menara (kanan)

Lenterainspiratif.com | Mojokerto – Pembangunan infrastruktur di kota mojokerto termasuk renovasi Pemandaian Sekarsari Kota Mojokerto Tahun 2020 dipastikan akan tertunda akibat wabah Corona (Covid-19), Pasalnya anggaran daerah maupun Kementerian PUPR sebagian besar dialihkan untuk menangani penyebaran virus corona (Covid-19).

Revitalisasi kolam renang berikut waterpark dan pujasera berkonsep dua lantai, pihak pemda akan menggunakan konsep pembangunan berkelanjutan. Alternatif ini dipilih untuk menyiasati jumbonya nilai proyek. Itu belum lagi ditambah penambahan fasilitas selfie Kapal Perang Mojopahit dan landscape. Sedianya akan ada mahkota raksasa Tribuana Tunggadewi jadi ikon tempat wisata lawas ini.

Untuk menggarap kompleks wisata tengah kota ini hingga selesai membutuhkan anggaran sebesar Rp 22-24 miliar.

Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto Mashudi menjelaskan, Anggaran Dinas PUPR tahun 2020 secara keseluruhan adalah Rp 66,4 milliar termasuk dana alokasi khusus (DAK). Setelah dilakukan efisiensi menjadi Rp 33,5 miliar. perlu digarisbawahi bahwa proyek yang paling banyak tertunda yaitu program pembangunan serta pemeliharaan jalan dan jembatan.

“Kami pastikan anggaran yang dipangkas berasal dari pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya bisa ditunda, bukan dari pekerjaan yang berimbas langsung pada pelayanan masyarakat. Jumlah pekerjaan yang harus ditunda cukup banyak,” kata Mashudi Senin (18/5/2020).

Masih kata Mashudi, Paket pekerjaan yang sudah masuk proses lelang akan tetap dilanjutkan dan dikerjakan sesuai kesepakatan dengan pemenang lelang, diantaranya, pembangunan gedung aset senilai Rp 3,5 miliar, renovasi pendopo graha praja wijaya senilai Rp 5,8 miliar, revitalisasi pemandian sekarsari senilai Rp 10,5 miliar, renovasi pendopo rumah dinas wali kota (rumah rakyat) senilai Rp 8,6 miliar, renovasi saluran lingkungan wates dan lingkungan bancang senilai Rp 3,3 miliar dan peningkatan jalan raya Watudakon senilai Rp 1,8 miliar.

“Pada tahun ini, sudah ada beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan karena melanjutkan pekerjaan tahun sebelumnya, seperti pembangunan gedung aset, pendopo graha praja wijaya dan pendopo rumah rakyat. Ada juga pembangunan saluran lingkungan dan peningkatan jalan raya Watudakon,” jelas Mashudi.

Laman: 12







Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI