close

HOME // Daerah // Opini

   Pada: Rabu, 2 Oktober 2019

Membangun Paradigma Ala Demonstrasi

Oleh : Suratman Kayano
(Ketua Cabang PMII Metro Makassar Periode 2017-2018)

Problematika dewasa ini, kliping wacana, dalam dunia gerakan seperti hidup kembali, seakan gerakan-gerakan mahasiswa yang dibangun sebelumnya tidak relevan dengan konteks dan realitas yang terjadi saat ini. Reaksi mahasiswa dan pelajar di berbagai daerah di pelosok Nusantara bergema seakan kehilangan masa depan bangsanya.

Konsolidasi gerakan yang terjadi pada tanggal 23 sampai tanggal 27 September 2019, menuntut pembahasan ulang sejumlah revisi undang-undang khususnya RKUHP, serta membatalkan revisi UU KPK yang baru saja disahkan. Revisi UU KPK dinilai membuat lembaga anti korupsi tersebut lemah dalam memberantas aksi para koruptor. Menolak revisi Undang-undang Ketenagakerjaan dan pembatalan revisi UU Pertanahan serta menunda pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Jika dipikir diskursus wacana akhir-akhir ini melalui media baik TV, Facebook, WhatsApp, Twitter, mampu melahirkan suatu cara pandang baru dalam memandang realitas suatu masalah untuk melahirkan tesa baru. Pada hakikatnya lewat media, para cendikiawan, aktivis dan pegiat demokrasi, hanya bisa menyampaikan percikan-percikan pemikirannya, tetapi sama sekali bukan pikiran-pikirannya.

Laman: 12







Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI